35 Kg Bahan Peledak Milik Teroris Ditemukan di Kaki Gunung Ciremai, Akan Diledakan Saat Kunjungan Jokowi

ARAHPANTURA – Tim dari Polres Majalengka dan Jibom Brimob Polda Jawa Barat menyita 35 kilogram bahan peledak di kaki Gunung Ciremai Dusun Malarhayu Desa Bantaragung Kecamatan Sindangwangi Majalengka.

Bahan pembuat bom jenis Triacetone Triperoxide (TATP) diketahui milik Imam Mulyana (IM) warga Desa Burujul Wetan, Kecamatan Jatiwangi yang ditangkap Tim Densus 88 di Bandara Cakrabuana Kota Cirebon tahun 2017 silam.

Dari keterangan pelaku terorisme itu, bom rencananya akan diledakan saat kunjungan Presiden Joko Widodo di Kota Cirebon tahun 2017 lalu. Tepatnya saat Jokowi akan menghadiri penutupan Festival Keraton Nusantara (FKN) di Goa Sunyaragi, 18 September 2017.

Saat ini IM telah mengikuti deradikalisasi dari Densus 88 dan ditahan di Lapas Sentul Bogor. Saat dilakukan pemeriksaan, IM mengakui telah menyimpan bahan peledak di kaki gunung ciremai.

BACA JUGA: TKW Asal Indramayu Kirim Video Kepada Presiden Jokowi, Isinya Bikin Nelangsa

Sementara itu, Kepala Dusun Malarhayu Desa Bantaragung, Udi menjelaskan pada hari Kamis (30/9) kedatangan sejumlah petugas kepolisian.

Pihaknya dan sejumlah warga diminta untuk menunjukan lokasi di sekitar kaki gunung Ciremai, tanpa diberitahu lokasi penyimpanan bahan peledak.

“Hari kamis kemarin ada petugas gabungan dari Polres Majalengka dan tim Jibom Brimob Polda Jabar, ke lokasi penyimpanan bahan peledak milik terorisme bahkan ada beberapa warga kami yang mengantarkan ke lokasi tersebut.” ujar Udi.

Bahkan setelah itu, warga dikagetkan dengan beberapa kali suara ledakan seperti bom dari lokasi tersebut. Diduga petugas jibom sedang meledakan bom.

Sedangkan untuk bahan penyelidikan, sisa bahan peledak jenis TATP disita untuk barang bukti yaitu sekitar 3/4 botol ukuran 1,5 liter.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *