7 Bocah di Brebes Jadi Korban Sodomi Dengan Dirayu Main Game Hp Dan Sepak Bola

Tersangka Agung Setiawan (22) pelaku sodomi 7 bocah di Brebes. /Arah Pantura

ARAH PANTURA, BREBES – Agung Setiawan (22), pemuda asal Desa Cinanas, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, harus berurusan dengan polisi karena telah melakukan tindakan sodomi kepada 7 orang bocah yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD) dan SMP.

Didepan penyidik, tersangka Agung Setiawan, Jumat (04/1) siang, mengakui perbuatannya telah melakukan aksi sodomi kepada para korbannya yang dilakukan dirumah para korbannya.

“Saya melakukannya saat bermain dirumah korban, baik itu siang hari maupun malam hari,” ujarnya.

Tersangka Agung juga membeberkan, tindakan bejat yang dilakukan karena terinspirasi waktu masih kecil, pernah menjadi korban sodomi yang dilakukan orang yang dikenalnya.

“Saya pas masih kelas 3 SD, pernah disodomi oleh orang yang dikenalnya, sampai sekarang masih ingat terus,” ungkapnya.

Baca juga: TPA Kalijurang Tutup Sementara Karena Sampah Menumpuk, Pemkab Brebes Dinilai Tebang Pilih

Waka Polres Brebes, Kompol Arwansa, saat jumpa pers yang didampingi Kasat Reskrim AKP Syuaib Abdullah dan Kasubag Humas Polres Brebes, AKP Edi Mardianto, mengatakan modus tersangka yakni dengan cara merayu korbannya agar mau dicabuli.

“Tersangka merayunya dengan cara korban dipinjami handphone untuk bermain game online, termasuk diajak untuk bermain sepak bola,” jelasnya.

Adapun barang bukti yang diamankan Polisi, ada tujuh stel pakaian korban dan hasil visum dari korban, serta surat keterangan psikologi korban.

“Saat ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut, apakah ada korban lain atau tidak,” kata Waka Polres Brebes.

Atas perbuatannya, tersangka kini harus mendekam di sel tahanan Mapolres Brebes dan terancam Pasal 82 Ayat (1) UU RI Nomor 23 Tahun 2022 Tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah dirubah beberapa kali terakhir UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU RI Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

BACA JUGA :  Sepasang Kekasih Nekad Jadi Jambret Handphone, Polisi Ungkap Modusnya

“Pelaku terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dan minimal 5 tahun penjara,” pungkas Kompol Arwansa.***

Baca juga: Ribuan Nelayan Blokir Jalan Pantura Dan Sempat Bersitegang Dengan Polisi, Gegara Tuntut Ini

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.