Ada 211 Perkara Pidana di Tahun 2021, Ratusan Juta Kerugian Negara Diselamatkan Kejari Brebes

Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes. /Arah Pantura.

ARAH PANTURA, BREBES– Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes, selama tahun 2021 telah menangani sebanyak 211 perkara tindak pidana, baik pidana umum (pidum) maupun pidana khusus (pidsus). Selain itu, kerugian negara senilai Rp 468 juta lebih juga berhasil diselamatkan dari perkara yang telah selesai ditangani pihak Kejari Brebes.

Kepala Kejari Brebes, Mernawati, beberapa hari lalu saat acara Coffe Morning di Aula Kejari Brebes, menjelaskan, dari ratusan perkara yang ditangani tersebut, 201 perkara di antaranya merupakan kasus tindak pidana umum. Kemudian, 10 perkara dari kasus tindak pidana khusus.

“Dari 201 perkara pidum ini, 106 perkara di antaranya sudah masuk tuntutan dan telah dieksekusi. Artinya, telah selesai ditangani. Sedangkan untuk pidsus, 1 perkara masih proses penyelidikan, 2 perkara penyidikan, 4 perkara masuk tuntutan dan 3 perkara telah dieksekusi,” ungkap Kajari Brebes.

Menurut Kajari Brebes, dari perkara yang ditangani tersebut, beberapa di antara merupakan perkara yang menonjol. Salah satunya, kasus pembunuhan yang disertai perampasan dan pembakaran. Korbannya adalah seorang pengemudi ojeg online (Ojol). Kasusnya kini telah dieksekusi, dan terdakwa dijatuhi hukuman 14 tahun penjara.

“Kasus terbaru dugaan pencabulan yang masih dalam proses, dimana dilakukan seorang guru mengaji kepada santriwatinya. Korbannya hanya satu, tetapi perbuatan cabul itu dilakukan berulang-ulang oleh pelaku.” tegas. Kajari Brebes.

Baca juga: Angka Janda Naik, Kasus Perceraian Di Brebes Urutan Kedua di Jateng

Untuk perkara pidsus, lanjut kajari Brebes, di antaranya kasus dugaan korupsi yang dilakukan karyawan salah satu bank BUMN di Brebes. Bahkan, perkaranya sudah naik ke penyidikan dan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang. Selain itu, juga kasus dugaan penyimpangan dana desa yang melibatkan seorang kades di Brebes.

“Dari penanganan perkara pidsus ini, kami juga berhasil menyelamatkan kerugian keuangan negara senilai Rp 468 juta lebih,” terang Kajari Brebes.

Di samping penanganan terhadap perkara pidum dan pidsus, pihaknya dalam setahun terakhir juga telah melakukan dua kali pemusnahan barang bukti. Kemudian, mengembalikan barang bukti dari 124 perkara. Terdiri dari, kendaraan roda empat, sepeda motor, barang elektronik dan uang.

“Kami juga telah melakukan lelang terhadap barang bukti yang disita negara, baik itu mobil, sepeda motor, elektronik serta barang lain, dengan nilai total 257 juta lebih, baik lelang langsung atau secara online,” pungkas Kajari Brebes, Mernawati.***

Baca juga: Masuk Injury Time, Penyerapan Anggaran di Brebes Belum Ada 90 Persen

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *