Ada 4 Pasar Tradisional di Kabupaten Tegal Gunakan Pembayaran Non Tunai

Pasar Lebaksiu salah satu dari 4 pasar tradisional di Kabupaten Tegal yang sudah gunakan QRIS. /ist
ARAH PANTURA, TEGAL Digitilasi transaksi non tunai Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) kini mulai digencarkan sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tegal. Ada 814 pedagang di 4 pasar tradisional telah menggunakan QRIS sebagai transaksi pembayaran.
Bank Indonesia (BI) yang telah bekerja sama dengan Pemkab Tegal, mensasar pedagang yang berada di pasar tradisional itu sebagai salah satu pusat keramaian masyarakat dalam bertransaksi.
Bupati Tegal,  Umi Azizah beberapa hari lalu saat melaunching transaksi non tunai di Pasar Lebaksiu, mengatakan jika transaksi non tunai sebenarnya masih ditemukan sejumlah kendala bagi pedagang. Namun disatu sisi lainnya, menggunakan QRIS memiliki beberapa keuntungan bagi pedagang.
“Sistem QRIS memang akan ada kendala dihadapi pedagang, salah satunya sinyal internet dan tidak semua pedagang mempunyai handphone (Hp)” Ujar Bupati Tegal.
“Keuntungan yang didapat bagi pedagang yang gunakan akan QRIS yaitu aman dari penularan virus, aman dari peredaran uang palsu dan bisa langsung terkoneksi dengan bank penyedia kredit,”  tambah Bupati Tegal Umi Azizah.

Baca juga: Menikmati Durian, Pengunjung Bisa Memetik Dari Pohonnya di Kebun Durian Antapasari

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, M. Taufik Amrozi, mengungkapkan jika ke 4 pasar tradisional yang sudah menggunakan QRIS, yakni Pasar Lebaksiu, Pasar Trayeman, Pasar Margasari, dan Pasar Bumijawa.
“Dari 4 pasar tradisional yang sudah menggunakan sistem QRIS tidak semua pedagang didalamnya sudah menggunakan sistem ini. Baru ada 814 pedagang yang sudah menggunakan dan pihak BI Tegal menargetkan ada 1322 pedagang nantinya bisa menggunakan sistem QRIS tersebut,” tutur perwakilan Bank Indonesia Tegal.
Untuk bisa memenuhi target itu, perwakilan BI Tegal akan terus memberikan pemahaman kepada para pedagang yang ada di pasar soal kemudahan yang didapat jika menggunakan pembayaran non tunai.
“Kami akan melakukan pendekatan dan sosialisasi agar pedagang bisa bisa beralih dari transaksi btunai ke transaksi non tunai, sehingga pedagang lebih mudah melayani pembeli dan bisa lebih nyaman,” pungkas perwakilan Bank Indonesia Tegal, M. Taufik Amrozi.***
Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *