Ada Proyek Rehab Sekolah di Brebes Terancam Molor, Begini Penjelasannya

Brebes : Pekerjaan rehab sekolah di Kabupaten Brebes. /Arah Pantura

ARAH PANTURA, BREBES – Ada 6 proyek rehabilitasi bangunan sekolah tingkat dasar dan menengah pertama di Kabupaten Brebes terancam molor tak selesai tepat waktu. 

Kasubag Evaluasi dan Pelaporan Administrasi Pembangunan Setda Brebes, Andriyani mengatakan, pihaknya bersama Inspektorat Brebes dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga (Dindikpora) Brebes sudah memanggil pihak kontraktor untuk rapat bersama terkait pekerjaan yang bersumber dari DAK tersebut.

“Update progres yang kita terima sampai saat ini masih ada enam paket pekerjaan progres masih di bawah 60 persen. Sedangkan masa kontrak akan habis pada tanggal 20 hingga 26 November 2021 mendatang.’ kata Kasubag Evaluasi dan Pelaporan Administrasi Pembangunan Setda Brebes, (30/11) kepada para awak media.

Kasubag Evaluasi dan Pelaporan Administrasi Pembangunan Setda Brebes itu, menyebut, jika keenam pekerjaan yang progresnya di bawah 60 persen saat ini masuk kategori kontrak kritis.

Pihaknya pun meminta kepada para kontraktor untuk segera menyelesaikan pekerjaan tersebut, karena sangat dibutuhkan siswa untuk belajar lebih nyaman. Apalagi, kata dia, selama proses rehab sekolah, siswa hanya bisa belajar di teras, musala, dan lainnya.

“Pekerjaan kategori kontrak kritis, diantaranya, sekolah yang ada di Kecamatan Songgom, Kecamatan Losari dan Kecamatan Tanjung.

Tidak ada faktor yang memengaruhi keterlambatan. Ini hanya soal kesanggupan mereka menyelesaikan pekerjaan,” beber Kasubag Evaluasi dan Pelaporan Administrasi Pembangunan Setda Brebes.

Ia menyebut, rehabilitasi sekolah di Kabupaten Brebes ini berasal dari anggaran DAK APBN untuk pendidikan sebanyak 60 paket pekerjaan dengan total anggaran Rp 38.498.603.932.

Disisi lain, keterlambatan progres ini berdampak pada pihak sekolah yang selama ini mengatur jam pembelajaran siswa. Lantaran gedung sekolah tengah direhab, untuk sementara siswa belajar di tempat seadanya seperti di teras, musala dan lainnya.

Jika pekerjaan ini tak selesai maka akan berdampak pada kenyamanan siswa saat belajar di sekolah,” tegas Kasubag Evaluasi dan Pelaporan Administrasi Pembangunan Setda Brebes.

Menanggapi hal itu, Sekertaris Dindikpora Kabupaten Brebes Rojat mengatakan, pihaknya sudah sejak awal mewanti-wanti kepada pihak pelaksana untuk proses pengerjaan ini agar selesai tepat waktu.

“Apakah bisa di adendum, itu kami akan kaji dulu. Aturannya bagaimana dan jika nanti diperbolehkan akan kami tindaklanjuti,” ucap Sekretaris Dindikpora Brebes

Sementara perwakilan pihak ekanan, Muflih Ikhsan Hidayatullah, Sabtu ( 20//11) mengatakan jika keterlambatan diakui oleh sejumlah rekanan.

“Memang target  pada akhir bulan November ini selesai. Namun kita meminta perpanjangan waktu pekerjaan tersebut, dimana ada 2 opsi yakni perpanjangan tanpa denda dan perpanjangan dengan disertai denda. Kami akan menerima opsi apapun itu yang nantinya ditentukan oleh pihak Dindikpora Bebes,”ujarnya.

“Kami berjanji jika seluruh pekerjaan yang terlambat tidak akan sampai akhir tahun. Justru target kami semua pekerjaan oleh pihak rekanan akan selesai maksimal di awal bulan Desember atau tidak akan melebihi tanggal 10 Desember mendatang,” jelasnya.

Sebenarnya kendala pekerjaan sendiri saat soal persyaratan finansial minimal 10 persen ditambah uang muka 22,5 %.

” Namun sayangnya pencairan awal 10 persen plus uang muka tersebut baru keluar sekitar tanggal 9 Oktober yang lalu.,” Ungkapnya

Untuk tanda tangan kontrak sudah dilakukan sejak bulan Agustus awal. Soal adanya pencairan awal yang 10 persen plus uang muka 22,5 % juga terjadi keterlambatan.

Kita sebenarnya bisa memutus kontrak. Namun karen kami mengedepankan kebutuhan bersama masyarakat, jadi tidak ingin mempersulit dinas, kita tetap legowo,  meski kita hanya diberi pencarian awal 10 persen dan uang muka 22,5 %, “pungkasnya.

Untuk bisa memenuhi target selesai sebelum tanggal 10 Desember. Pihak rekanan berjanji akan mengerjakan pekerjaan rehab yang dilakukan pada siang maupun malam hari.***
Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *