Akses Keluar Masuk Kapal Eks Cantrang di Pelabuhan Perikanan Tegal Nyaris Lumpuh, Disebabkan Faktor Ini

Ratusan Kapal Nelayan di Pelabuhan Tegal /Arah Pantura

ARAH PANTURA, TEGAL – Ratusan kapal nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari, Kota Tegal Menumpuk dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi ini menyebabkan akses keluar masuk kapal-kapal terganggu hingga nyaris lumpuh. Akibatnya para nahkoda kapal mengeluh, karena akses keluar masuk kapal menjadi tertutup oleh kapal-kapal lainnya.

Salah seorang nahkoda kapal, Haryanto, Kamis (27/01) siang, mengeluh karena kesulitan untuk keluar dari pelabuhan.
Selain itu pihaknya sebenarnya telah mempersiapkan perbekalan untuk modal ke laut.

“Kami bingung karena kapalnya tidak bisa keluar dari pelabuhan, untuk bisa keluar dari pelabuhan harus antri berminggu-minggu. Dampak lainnya para anak buah kapal (ABK) terpaksa harus menganggur,” ujarnya.

Baca juga: Viral! Video 25 Karyawan Pabrik Sepatu di Tegal Diduga Kesurupan Massal Beredar di Media Sosial

Sementara Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Tengah, Riswanto, mengatakan penumpukan kapal sudah terjadi sejak tanggal 13 Januari tahun 2002 ini setelah adanya perintah dari Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) agar kapal yang masih melaut segera putar balik.

“Kapal Nelayan eks Cantrang diharuskan mengurus perijinan peralihan dari alat cantrang menjadi jaring tarik berkantung. Hal ini sesuai dengan Permen KP Nomor 18 Tahun 2022,” tegasnya.

Ketua HNSI Jawa Tengah ini membeberkan, akibat aturan Permen KP tersebut, secara serentak ratusan Kapal Cantrang dari Pantura Jateng terpaksa ke pelabuhan masing-masing.

‘Mereka diharuskan mengurus perizinan secara reguler mulai dari SIUP/ pembayaran PNBP, penertiban buku kapal, cek fisik, pembayaran pungutan bhasil perikanan (PHP) hingga surat ijin penangkapan okan alat tangkap jaring berkantung (SIPI),” jelasnya.

BACA JUGA :  Aksi Prajurit TNI-AD Latihan Tempur Di Obyek Vital Kota Tegal

Akibat harus antri mengurus perizinan tersebut, terjadi penumpukan kapal do pelabuhan,. seperti nampak di pelabuhan perikanan pantai, yang hampir semua jenis kapal terkena dampaknya.

“Kapal-kapal itu tidak bisa bisa bongkar muat hasil tangkapan, dam tidla bisa keluar masuk pelabuhan. Ada juga kapal disini yang bongkar muat di pelabuhan lain seperti pelabuhan di Pekalongan.” ungkapnya.

HNSI Jateng, lanjut Riswanto telah berusaha maksimal untuk membantu keluhan pemillik kapal dan nelayan agar bisa dipermudah pengurusan perizinannya.

‘Kami sudah melakukan negosiasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, seperti meminta keterangan sementara untuk Kapal Cantrang yang perizinan dalam proses bisa melaut,. Namun sayangnya permintaan tersebut ditolak oleh Ditjen PSDKP KKP, ” pungkasnya.***

Baca juga: Pria Asal Brebes Jadi Tersangka Pembunuhan Wanita Muda di Eks Lokalisasi Peleman, Alasannya Mencengangkan

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.