Anggaran Disdik Rp340 M, DPRD Minta Diefektifkan

ARAHPANTURA –DPRD Kota Cirebon melalui Komisi III melaksanakan rapat bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon untuk membahas terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Disdik Kota Cirebon tahun anggaran 2022 di Ruang Griya Sawala, Senin (8/11).

Dalam keterangannya kepada wartawan, Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr Tresnawaty SpB mengatakan, pihaknya memanggil Disdik Kota Cirebon untuk mengetahui kejelasan terkait R-APBD 2022 Disdik Kota Cirebon.

“Rapat ini agar kita tahu rencana pendapat dan belanja Disdik. Supaya anggaran yang digunakan bisa efektif dan efisien,” ungkap Tresnawaty.

Baca Juga:Bea Cukai Tegal Sita 5,8 Juta Batang Rokok Ilegal

Tresna juga mengaku telah mengevaluasi beberapa poin rincian R-APBD yang sudah disampaikan Disdik Kota. Sehingga nantinya DPRD akan menggelar rapat lanjutan untuk dipanggil per bidangnya.

“Kita juga akan panggil per bidangnya, yakni GTK (guru dan tenaga kependidikan), Paud dan Pendidikan Non Formal, dan Pembindaan Pendidikan Dasar (Dikdas),” tuturnya.

Selain itu, Komisi III juga mendorong agar pembahasan rapat dan evaluasi tak terfokus pada anggaran. Sehingga, rapat bersama tiga bidang yang ada di Disdik perlu dilakukan untuk mengevaluasi program-program yang direncanakan.

Sedangkan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Dr Irawan Wahono SPd MPd mengaku siap melakukan evaluasi terkait dengan perincian perencanaan anggaran yang telah disusun. Apalagi saat ini anggaran dari APBD sangatlah terbatas.

Dalam rapat bersama tersebut, Disdik juga menyampaikan pagu anggaran 2022. Disdik telah menyusun R-APBD 2022, totalnya sebesar Rp 340.659.751.860.

Besaran R-APBD tersebut merupakan hasil penjumlahan antara Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang besarannya mencapai Rp 290.616.678.027, dan dana transfer pusat yang mencapai Rp 158.666.398.000.

“Dari APBD murni kita fokus alokasikan ke BOS daerah. Sebelum pandemi, BOS daerah itu Rp 300 ribu per siswa. Sekarang Rp 50 ribu per siswa. Inginnya kita bisa dikembalikan lagi (Rp 300 ribu per siswa),” tutup Irawan.

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *