Anggota DPR Ungkap Angka Stunting di Brebes Tertinggi, Kepala DP3KB Pamer Penurunan Angka

ARAHPANTURA, BREBES – Terjadinya stunting atau sering disebut kerdil atau kuntet, salah satunya yakni dampak dari kurang gizi pada balita di Indonesia. Stunting yang terjadi karena kondisi balita memiliki tinggi badan lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya.

Anggota Komisi IX DPR RI, Nur Nadlifah, mengatakan jika persoalan stunting di Brebes sudah menjadi sorotan nasional karena angka setiap tahunnya selalu tertinggi di Jawa Tengah. Sehingga untuk penanganan stunting secara nasional, salah satunya difokuskan di kabupaten Brebes.

“Persoalan stunting di Kabupaten Brebes yang masih tertinggi di Jateng, telah menjadkan kabupaten ini, menjadi salah satu fokus penanganan oleh pemerintah pusat”, ujar Nur Nadlifah yang ditemui saat menjadi salah satu pembicara dalam Sosialisasi Penguatan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana, bersama BKKBN Jawa Tengah yang digelar di gedung Madrasah Aliyah NU 01 Losari, Brebes, Rabu ( 20/10).

Untuk itu, Nur Nadlifah menegaskan jika penanganan stunting di Kabupaten Brebes, harus dilakukan dengan cara penanganan yang terintegrasi di banyak sektor.

Baca Juga: Hore! 136 Desa di Brebes Dibantu Uang Ratusan Juta dari Pemprov Jateng

“Misalnya penanganan gizinya, kesehatanya , sanitasinya, pangannya, yang harus terintegrasi kesemuanya tidak hanya ditangani satu simpul saja”, ungkapnya.

Terlebih masyarakat hingga saat ini masih butuh pendampingan terkait kesehatan, baik kesehatan ibu dan anak maupun kesehatan yang bersentuhan dengan masyarakat.

“Pesan saya kepada masyarakat di Kabupaten Brebes, mari kita mulai hidup sehat. Karena stunting, bukan semata mata karena kemiskinan, namun lebih kepada pola hidup, pola asuh, pola makan. Penyebab lainya yakni pernikahan usia dini sehingga sangat rentan terjadinya stunting pada keturunannya, karena usia ibu yang melahirkan di usia yang sangat muda, itu berresiko terhadap perkembangan janinnya”, imbuhnya.

Sementara itu, data Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga (DP3KB) Brebes, mencatat jika jumlah balita stunting ada sekitar 12,4 persen atau sekitar 12 ribuan dari total 150 ribu balita di Kabupaten Brebes.

Kepala DP3KB Brebes, Sri Gunadi menjelaskan meski masih terbilang tinggi, namun angka stunting di Kabupaten Brebes sudah mulai mengalami penurunan sejak beberapa tahun terakhir.

“Stunting secara absolute masih tinggi, namun kasus balita stunting di Kabupaten Brebes sudah mengalami penurunan. Di tahun 2017 mencapai 28 persen, dan di tahun 2020 terakhir mencapai 12,4 persen. Ini menunjukkan angka penurunan yang luar biasa, Apalagi target nasional di tahun 2014 harus dibawah 14 persen,” ungkapnya, Rabu (20/10)

Sri Gunadi menyampaikan jika penanganan stunting tidak hanya dilakukan secara intervensi spesifik oleh bidang kesehatan namun juga harus intervensi sensitif yaitu bersama sama dilakukan oleh lintas sektor, seperti dari DP3KB, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *