Begini Modus Sindikat BBM Ilegal yang Diungkap Ditpolair Polri, Sita 22 Truk dan 61.400 Liter Solar

ARAHPANTURA, TEGAL- Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Korpolairud Baharkam Polri berhasil membongkar praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar.

Solar bersubsidi ini diperjualbelikan untuk industri perikanan di sejumlah pelabuhan di Jawa Tengah.

Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri, Brigjen Mohammad Yassin menjelaskan jika polisi menetapkan 2 tersangka yaitu AI Kepala Cabang PT Sembilan Muara Abadi Petrolium Gas cabang Semarang dan HH yang merupakan staff operasional perusahaan tersebut.

Kedua tersangka sindikat BBM ilegal yang ditangkap./ Arah Pantura

Menurut Brigjen M. Yassin kasus ini terbongkar berawal dari penangkapan 3 truk yang telah dimodifikasi untuk mengangkut BBM di pelabuhan ikan Jongor Tegal Sari Kota Tegal, akhir bulan September.

Dari penangkapan itu, pihaknya melakukan pengembangan dan berhasil menyita 22 unit truk yang berisi puluhan ton solar bersubsidi.

BACA JUGA: Warga Talang Tegal Ditangkap Gelapkan Mobil Pick Up

“Modusnya, kendaraan yang telah dimodifikasi melakukan operasi dengan membeli solar di sejumlah SPBU di wilayah Ungaran, Bawen, Salatiga, dan Semarang, dengan harga Rp 5.150 per liternya,” ujar Brigjen M. Yasin saat menggelar konferensi pers, di Terminal Tegal, Kamis (7/10).

Oleh para pelaku, solar yang sudah dibeli di SPBU kemudian disedot dari tangki utama ke dalam tangki besar yang diletakkan di bagian belakang dalam mobil.

“Sehingga bisa mengelabui petugas SPBU,” tambah Brigjen M Yassin.

Setelah mobil yang sudah dimodifikasi penuh solar, selanjutnya dipindah ke tangki gudang perusahaan yang berlokasi di Desa Bergas Kidul Kabupaten Semarang.

Setelah itu, solar didistribusikan menggunakan truk tangki bertuliskan nama perusahaan untuk dijual ke konsumen di beberapa lokasi.

Di antaranya ke kapal-kapal perikanan yang berada di Pelabuhan Perikanan Jongor Kota Tegal, Pelabuhan Perikanan Juwana, dan Pelabuhan Perikanan Rembang Jawa Tengah. Solar pun dijual dengan harga Rp7.500 per liter.

“Dalam setiap pembelian di SPBU, kendaraan-kendaraan yang telah dimodifikasi tersebut membeli solar Rp. 300.000 hingga Rp. 500.000 secara berulang-ulang agar operator SPBU tak curiga,” Imbuhnya.

Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri juga menjelaskan jika dalam sehari, perusahaan ini mampu membeli solar hingga 20 ton. Aksi mereka sudah berjalan sejak April hingga September 2021.

Dijelaskan, sesuai Pasal 55 UU RI Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Jo Pasal 55 KUHP kedua tersangka AL dan HH terancam pidana enam tahun dan denda Rp 60 miliar.

“Saudara Al dan HH telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Polres Semarang dan dipindahkan ke Rumah Tahanan Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri guna proses hukum lebih lanjut,” jelasnya.

Bersama tersangka, turut disita 22 unit kendaraan dengan rincian 8 unit Truk tangki biru putih bertuliskan PT. Sembilan Muara Abadi Petrolium Gas dan 14 unit truk modifikasi tanki.

Kemudian 2 set pompa berikut selang dan flow meter, 2 buah buku catatan operasional, 1 buah Flash Disk, 4 unit Handphone, 1 unit mobil Fortuner dan 61.400 liter BBM jenis solar.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *