Begini Progres Proyek Jembatan Plompong Dinanti Warga 2 Kecamatan di Brebes Selatan

ARAHPANTURA, BREBES – Proyek pembangunan jembatan plompong di perbatasan Desa Manggis Kecamatan Sirampog dan Desa Cilibur Kecamatan Paguyangan, sangat dinanti masyarakat di dua kecamatan tersebut.

Selama bertahun-tahun jembatan yang berada di atas Kali keruh ini menjadi akses perekonomian di 2 kecamatan tersebut, namun terputus akibat diterjang banjir bandang.

Warga pun hanya bisa melintas melalui jembatan darurat yang menggunakan rangka baja.

Kepala Desa Kaliloka, Kecamatan Sirampog, Nanang Hakim berharap pembangunan jembatan yang sedang dibangun oleh Pemkab Brebes ini bisa tepat waktu dan sesuai dengan harapan masyarakat.

Baca Juga: KTNA Brebes Butuh Pemasaran Produksi Hasil Bumi, Pemkab Tawarkan Program Ini

“Atas nama warga kami berharap pembangunan jembatan ini bisa sesuai dengan harapan masyarakat. Selain tepat waktu, jembatan ini kokoh sehingga tidak mudah diterjang oleh longsor dan arus air di kali keruh yang kerap terjadi banjir bandang saat musim hujan,” ungkap Kades Kaliloka.

Nanang juga menambahkan jika jembatan penghubung dua kecamatan tersebut sangat dinanti, karena menjadi akses utama jalur perekonomian dan pendidikan bagi warga dan anak anak menuju Bumiayu.

Sementara Kepala bidang (Kabid) Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes, Ridho Khaeroni, mengatakan jika Proyek jembatan plompong dibangun dengan nilai lebih dari Rp 11 milyar itu ditargetkan akan selesai pada akhir bulan desember mendatang.

Karena pekerjaan jembatan di kawasan yang rawan longsor dan terjangan air sungai keruh yang memiliki karakteristik sangat deras jika meluap hingga menyebabkan banjir bandang.

Maka jembatan tersebut dirancang dengan desain tanpa menggunakan pilar dan hanya ada beton penyangga di kedua sisi sungai.

“Untuk antisipasi terjadinya longsor dan terjangan banjir bandang yang bisa menyebabkan jembatan terputus, kami merancang jembatan tersebut tanpa menggunakan pilar dan hanya menggunakan beton penyangga di kedua sisi sungai. Dimana kerangka jembatan akan menggantung dengan menggunakan baja terlebih dulu, barulah dengan membentangkan kawat seling baja”, ujar Ridho yang dihubungi melalui telefon selelurnya, Senin (25/10) Petang.

Ridho juga menjelaskan jika proges terbesar dalam proyek jembatan tersebut, yakni pekerjaan penyediaan rangka baja nantinya.

“Saat ini pengerjaan yang hampir selesai yakni pekerjaan turap yang ada pada tanah yang sebelumnya terjadi longsor. Termasuk untuk pek selimut beton abuitmen dan turap beton sudah dilakukan”, ungkap Ridho.

Dia juga menambah jika saat ini tinggal pek erection rangka jembatan dan urugan badan jalan yang longsor karena sementara waktu belum dikerjakan dikarenakan masih digunakan untuk jalur mobilisasi.

“Kami mohon doa nya kepada masyarakat, agar pekerjaan tersebut bisa berjalan lancar, tepat waktu dan sesuai dengan keinginan masyarakat, sehingga aktivitas perekonomian masyarakat nantinya bisa normal kembali setelah jembatan ini selesai pembangunannya,” tuturnya.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *