Belasan Ribu Hektar Tambak di Pantura Brebes Rusak Akibat Abrasi, Kerusakannya Mengerikan

ARAHPANTURA, BREBES- Garis pantai utara (pantura) di pesisir Kabupaten Brebes terkikis diterjang abrasi setiap tahunnya. Bahkan, kondisi tersebut sudah merusakan areal tambak milik warga.

Ironisnya, kondisi ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu, padahal pemerintah maupun pegiat lingkungan sering melakukan penanganan dengan menanam pohon bakau maupun mangrove di sekitar lokasi.

Salah seorang pemilik Tambak di Desa Randusanga Wetan, Iswanto mengaku tambak miliknya rusak akibat terkena abrasi. Separuh dari tambak miliknya seluas 6.500 meter persegi tenggelam akibat abrasi sejak tahun 2015 silam.

“Tahun 2015, Abrasi mulai menyerang lahan tambak saya hingga sekarang ini. Dulu jarak tambak saya dari bibir pantai itu kurang lebih 200 meteran karena bisa untuk main bola dan lainnya. Tapi sekarang tambak saya sudah hilang,” kata Iswanto saat ditemui di lokasi tambaknya, (15/10).

Baca Juga: Warga Prapag Lor Losari Keluhkan Bau Tak Sedap Hingga Muntah-muntah, Penyebabnya Diduga dari Lokasi Ini

Kepala Desa Randusanga Wetan, Swi Agung Kabiantara menjelaskan ada sekitar 50 hektar tambak warga yang hilang di desanya.

Ditambah sekitar 250 hektar tambak rusak tidak bisa difungsikan akibat abrasi. Sehingga, dari total 450 hektar tambak di desanya saat ini hanya tersisa kurang lebih 150 hektar.

Selain itu, abrasi juga membuat beberapa rumah warga ikut terendam air laut. Rumah yang terendam merupakan rumah yang letaknya lebih rendah saat air laut pasang. Beberapa warga juga sudah meninggalkan rumah untuk mengungsi.

“Ada beberapa rumah di desa kami yang terpaksa ditinggal pemiliknya, karena sering terendam air rob. Sementara ada beberapa rumah lainnya sudah ditinggikan untuk menghindari air rob,” kata Swi Agung Kabiantara.

Dia mengungkapkan, daratan pesisir yang hilang mulai dari perbatasan Kota Tegal membentang ke desanya hingga satu kilometer.

Sedangkan pengikisan daratan terjadi antara 50 hingga 100 meter. Dampak dari abrasi tersebut adalah terkait perekonomian warga yang mengalami kehilangan dan kerusakan tambak.

“Per tahun daratan kita yang hilang itu sekitar 30 meter dikali panjangnya sekitar satu kilometer karena abrasi. Dikhawatirkan lambat laun abrasi ini bisa sampai di pemukiman. Jadi kami berharap ada solusi seperti pembangunan pemecah gelombang”. ungkapnya.

Hilangnya daratan akibat tergenang air laut tersebut sudah menjadi ancaman nyata masyarakat di wilayah pesisir utara Kabupaten Brebes.

Data di Dinas Perikanan Brebes menyebut, luas lahan tambak di Brebes mencapai 12 ribu hektar.

Kabid Perikanan Tangkap, Dinas Perikanan Brebes, Iskandar Agung menjelaskan jika Lahan tambak di kabupaten Brebes berada di 13 desa di lima kecamatan yaitu Brebes, Wanasari, Bulakamba, Tanjung dan Losari.

Namun akibat terkena abrasi sejak tahun 1985, sekitar 3000 hektar di antaranya sudah rusak alias tergenang air laut.

“Sudah ada sekitar 3000 hektar dari 12 ribu lahan tambak di wilayah pesisir utara sudah rusak. Dari lima kecamatan yang terdampak, tiga kecamatan, masing masing Brebes, Wanasari dan Losari merupakan yang terparah,” ungkap Iskandar.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *