Beli Tanah Dapat Rumah, Tapi Syarat Begini

BREBES - perumahan berbasis komunitas telah dibangun di Desa Paguyangan Kecamatan Paguyangan Brebes /ist
ARAH PANTURA, BREBES – Di Desa Paguyangan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten, terdapat sebuah kompleks perumahan baru yang disebut perumahan berbasis komunitas ‘”BERSEMI” yang dihuni oleh mereka warga Masyarakat Berpenghasilan  Rendah (MBR).
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinperwaskim) Brebes, Sutaryono, Rabu (27/11) mengatakan terbangunnya rumah sederhana layak huni dengan teknologi rumah unggul sistem panel instan (RUSPIN) sasarannya yaitu masyarakat berpenghasilan rendah yang masuk yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Perumahan dengan sistem panel instan tersebut, diperuntukkan bagi MBR yang masuk dalam DTKS,” ujar kepala Dinperwaskim Brebes.
Perumahan berbasis komunitas ini bisa dibangun dimana saja asalkan berbasis komunitas. Syarat lainnya adalah adanya lahan yang disiapkan dalam satu komplek

“Syarat lainnya yakni adanya lahan bagi perumahan. Biasanya harus melibatkan pihak ketiga untuk menyiapkan lahan bagi mereka yang akan menempati dengan membeli lahan diharga yang wajar dan dengan cara dicicil,” kata Kepala Dinperwaskim Brebes, Sutaryono.

Kepala Dinperwaskim itu juga menjelaskan jika bantuan material untuk membangun rumah berbasis komunitas berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah.
“Untuk material bangunan memang dapat bantuan dari Pemprov, sementara pihak Pemkab Brebes memberikan fasilitas sarana jalan, jaringan listrik, saluran irigasi dan jamban,” tegas sutaryono.
Bahkan atas keberhasilan membangun rumah berbasis komunitas di Desa Paguyangan, Kecamatan Paguyangan sebanyak 30 unit rumah tersebut, ada dari perwakilan dari Provinsi dan 10 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, Rabu (17/11) meninjau Perumahan RUSPIN sebagai percontohan.
Sementara Ketua Komisi III DPRD Brebes, Achmad Mafrukhi, mengapresiasi adanya perumahan berbasis komunitas, sehingga bisa mengurangi pemukiman kumuh.
Ketua Komisi III DPRD Brebes ini berharap agar perumahan berbasis komunitas bisa dibangun di setiap Kecamatan yang ada di kabupaten Brebes, terutama daerah padat penduduk.
‘Andai perumahan berbasis komunitas bisa dibangun di setiap Kecamatan, saya rasa bisa mengurangi pemukiman kumuh terutama di wilayah padat penduduk,” ucap Ketua Komisi III DPRD Brebes.
Selain bisa membantu masyarakat bawah yang belum memiliki rumah. Namun, rumah berbasis komunitas bisa terlaksana kalau ada peran serta pihak ketiga atau dermawan yang siap menjual lahan murah atau kapling untuk membantu warga yang belum memiliki rumah.
“Seperti rumah berbasis komunitas di Paguyangan ini bisa terlaksana karena awalnya ada seorang dermawan yang menjual kaplingannya dengan cara dicicil, sehingga perumahan berbasis komunitas dari Pemerintah Provinsi bisa terlaksana,” pungkas Anggota Fraksi Golkar DPRD Brebes tersebut.***
Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *