Bentrok Antar Kelompok Petani Tebu PG Jatitujuh di Indramayu, 2 Warga Meninggal Dibacok

ARAHPANTURA – Bentrokan 2 kelompok petani tebu kembali pecah di areal lahan Pabrik Gula (PG) Jatitujuh II tepatnya di perbatasan Kabupaten Majalengka dan Indramayu, Senin (4/10) siang.

Dalam bentrokan kali ini, 2 petani tebu dilaporkan meninggal dunia. Korban yang diketahui warga Jatitujuh Majalengka ini meninggal dengan luka bacokan.

Camat Jatitujuh Ikin Asikin membenarkan dua orang warganya menjadi korban dalam bentrokan tersebut.

“Atas laporan yang kami terima sementara, 2 orang yang meninggal dunia masing-masing bernama Suenda dan Yayat,” kata Camat Ikin Asikin saat dikonfirmasi.

BACA JUGA: 35 Kg Bahan Peledak Milik Teroris Ditemukan di Kaki Gunung Ciremai, Akan Diledakan Saat Kunjungan Jokowi

Suenda diketahui merupakan warga Desa Sumber Kulon Kecamatan Jatitujuh, sementara Yayat berasal dari Desa Jatiraga Kecamatan Jatitujuh.

Bentrokan maut ini diduga dipicu masalah sengketa lahan antara petani tebu penggarap lahan di wilayah Jatitujuh Majalengka dengan penggarap lahan dari Kabupaten Indramayu.

“Untuk kronologi bentrok ini karena kemitraan menggarap lahan tebu milik HGU Pabrik Gula Jatitujuh yang masih dikatakan sengketa dengan kelompok dari Indramayu,” kata Ikin.

Ikin juga mengungkapkan, lokasi kejadian bentrokan sendiri berada di Blok Rancabujang Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu.

“Area kebun tebu PG Jatitujuh, di mana terjadi bentrokan tersebut masuk ke wilayah Kabupaten Indramayu,” beber Ikin Asikin.

Sementara itu, dua jenazah petani tebu korban bentrokan sempat dibawa ke Puskesmas Jatitujuh. Namun, untuk pemeriksaan lebih lanjut, kedua jenazah korban lalu dibawa ke RS Bhayangkara Losarang Indramayu. ***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *