Bocah Tak Sengaja Telan Uang Logam Hampir Sebulan, Begini Kondisinya

ARAHPANTURA, BREBES- Fatan Almaisa Zenin bocah 6 tahun hanya bisa terbaring lemas di tempat tidurnya, karena harus menahan sakit yang diderita hampir sebulan lamanya.

Anak satu-satunya dari pasangan suami dan istri, Sandi (29) dan Erna (27) warga Kelurahan Pasarbatang Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes itu, hanya bisa pasrah dengan kondisinya akibat bagian kerongkongannya bersarang uang logam pecahan seribu rupiah.

Erna, ibu Fatan Kamis (04/11) menceritakan jika sebelum kejadian nahas itu, Fatan meminta uang kepada dirinya. Namun karena saat itu tak memiliki uang, ibunya pun tak memberikanya. Akan tetapi, Fatan tak sengaja menemukan sebuah uang logam seribu rupiah di bawah lantai rumahnya.

Fatan yang merasakan senang pun sempat memainkan uang logam itu sambil tiduran dan tanpa sengaja masuk ke dalam mulutnya. Kedua orang tua Fatan pun sudah berupaya membawa anaknya berobat ke beberapa Rumah Sakit. Namun, dua RS yang didatanginya hanya diperiksa di IGD dan dilakukan Rontgen.

“Saya sudah bawa Fatan ke RSUD Brebes, RS Bhakti Asih dan RS Gunung Jati Cirebon, Tapi dokter menyarankan anak saya harus di operasi di Rumah Sakit Karyadi Semarang untuk mengambil koin logam di bagian tenggorokannya, ujar Erna.

Baca Juga: Komisi III DPRD Brebes Soroti Proyek KPT, Ini Alasannya

Kedua orang tua Fatan mengaku bingung untuk merujuk anaknya ke RS Kariyadi Semarang. Pasalnya, ia dan keluarga tak memiliki biaya untuk operasi Fatan.

“Saya bingung mas, mau bagaimana lagi. Kasihan lihat anak saya kesakitan seperti itu. Biaya juga tidak ada. Saya minta tolong pemerintah untuk bisa membantu anak saya ini,” katanya.

Bahkan, hampir sebulan Fatan tak bisa memakan nasi. Ia hanya bisa menelan bubur tiga sendok sehari. Agar tak dehidrasi, orang tuanya pun sering kali memberikan air minum dan sesekali susu UHT atau susu cair.

“Badannya semakin hari semakin kurus. Awalnya beratnya 20 kg. Tapi sekarang sudah turun jadi 16 kg. Saya khawatir kondisi anak saya semakin memburuk jika tidak segera mendapatkan tindakan medis,” pintanya.

Apalagi ayahnya hanya bekerja serabutan, yang tetap hingga saat ini masih terus mengupayakan solusi untuk kesembuhan anaknya. Bahkan pihak keluarga sudah sempat mendatangi kantor Dinas Sosial. Namun, pihak Dinsos justru diminta untuk membuat Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) ke pihak kelurahan.

Sementara itu Lurah Pasarbatang, Kusuma Edi, yang dihubungi melalui telefon selulernya, mengatakan jika pihaknya baru mendengar informasi adanya warganya tertelan koin pada Senin Malam.

“Kami baru mendengar informasi itu (senin) malam, pihak kelurahan juga akan membantu pemberkasan atau persyaratan yang dibutuhkan agar anak tersebut bisa secepatnya bisa ditangani,” ungkap Lurah Pasarbatang.

Melihat kondisi Fatan yang memprihatinkan, seorang warga yang empati ada memberikan sejumlah uang kepada keluarga Fatan untuk keperluan rujukan ke RS Kariyadi Semarang.

“Awalnya saya dapat informasi dari teman yang mengatakan, ada orang miskin yang anaknya menelan uang koin seribu rupiah. saya meminta alamat rumahnya dan langsung kesana untuk memberikan uang meringankan beban pihak keluarga.” kata seorang donatur yang tidak mau disebutkan namanya.

Pihak keluarga saat ini berharap bantuan pemerintah untuk kesembuhan anaknya, agar secepatnya bisa normal dan bermain dengan anak anak seusianya.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *