Dari Mulai Danramil Hingga Dinsos Brebes Datangi Kediaman Bocah 7 Tahun Yang Jadi Pemulung

Danramil 01 Brebes mendatangi kediaman bocah pemulung untuk memberikan bantuan dari Dandim 0713 Brebes. /Ist

ARAH PANTURA, BREBES – Muhammad Ainu Rofiq, bocah berusia tujuh tahun, warga RT IV RW XVI Kelurahan Brebes, Kecamatan/Kabupaten Brebes, yang terpaksa harus bekerja ikut ibunya sebagai pemulung. Kediamannya didatangi dari mulai Danramil 01 Brebes hingga pihak Dinas Sosial (Dinsos) Brebes.

Danramil 01 Brebes Kapten Infanteri Kunpriyanto, mendatangi kediaman Ainu Rofiq, untuk mengantarkan bantuan sosial dari Dandim 0713 Brebes, Letkol Armed M. Haikal Sofyan.

Menurut Danramil 01 Brebes itu, bantuan diberikan sebagai bentuk keprihatinan kepada Ainu Rofiq yang terpaksa harus memulung untuk membantu ibunya, April Triana (27) mencukupi kebutuhan keluarganya.

“Kita memberikan sedikit bantuan beras 25 kg dan 1 dus mie instan untuk sekedar meringankan beban hidup keluarga Ibu April. Sementara uang santunan untuk menambah tabungan ananda Rofiq buat modal sekolah nanti,” ujar Danramil 01 Brebes, Kapten Infanteri Kunpriyanto.

Usai diberitakan kediaman Ainu Rofiq juga didatangi Dinas Sosial setempat, pada Jumat (07/01)siang.

Baca juga: Kisah Pilu Bocah 7 Tahun di Brebes, Terpaksa Jadi Pemulung Akibat Hidup Serba Kekurangan

Pejabat Fungsional Dinas Sosial Brebes, Warudin, mengatakan, pihaknya memberikan santunan terhadap keluarga April yang tergolong tidak mampu. Kemudian Dindikpora juga akan mendaftarkan Rofiq di SD Negeri 7 Brebes, sekaligus diberikan peralatan, seragam sekolah dan lainnya.

“Untuk data kependudukan akan dibuatkan akta kelahiran, kartu keluarga yang baru, karena Ainu Rofik belum masuk KK, dan diusulkan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sekaligus pengajuan bantuan PKH dan BPNT,” jelasnya.

Pejabat Fungsional Dinsos Brebes menyambangi Kediaman Ainu Rofiq Bocah pemulung. /Ist

Pejabat Fungsional Dinsos Brebes menyambangi Kediaman Ainu Rofiq Bocah pemulung. /Ist

Sementara itu Ahmad Baidowi selaku Ketua RW menjelaskan, bahwa bocah warganya itu sehari-harinya menghabiskan waktunya bukan untuk bermain namun berkeliling sambil menenteng karung plastik guna mengumpulkan botol-botol plastik dan barang bekas lainnya untuk menyambung hidup keluarganya yang meliputi Rodiyah (56) nenek, ibu, dan kedua adiknya Ahmad Jagat Satria (4) dan Rizki Ramadhan (9 bulan).

Bahkan bocah itu sering berjalan jauh agar mendapatkan lebih banyak barang barang bekas tersebut. Ia biasanya pulang menjelang dzuhur, kemudian membongkar isi karung dan menyerahkannya kepada neneknya untuk dijual ke pengepul.

“Setelah pulang bekerja memulung, ananda Rofiq juga membantu ibunya untuk mengasuh kedua adiknya,” terangnya.

Lanjut Ahmad Baidowi, April dan ketiga anaknya termasuk Rofiq, saat ini masih tinggal di rumah milik neneknya itu, rumah berukuran 4 x 7 mete, yang terlihat kumuh karena di bagian teras dijejali tumpukan barang-barang bekas.

“Untuk ayahnya Rofiq, Supriyandi (31), pada saat April sedang mengandung anak ketiga (Rizki Ramadhan) pergi merantau ke Jakarta, dan tidak pernah pulang hingga saat ini, jadi sepeninggal kepala keluarga maka seluruh beban hidup keluarga ditanggung April dibantu Rofiq hanya dari hasil memulung,” pungkasnya.***

Baca juga: Innalilahi, Pria Ini Tewas di Atas Sepeda Motor

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *