Demo Buruh Ricuh Tuntut Kenaikan UMK di Brebes

Salah satu gerbang pintu pabrik di Kecamatan Kersana Brebes, roboh saat buruh mendesak keluar untuk berunjuk rasa menuntut kenaikan upah buruh. /Ist

ARAH PANTURA, BREBES – Demo ribuan buruh pabrik dari berbagai aliansi buruh di Kabupaten Brebes, Senin (22/11) sempat diwarnai kericuhan.

Sumber di lapangan menyebutkan ada 3 pintu pabrik di wilayah Kecamatan Kersana, Kecamatan Losari dan Kecamatan Tanjung berhasil dijebol buruh yang akan melakukan aksi demo untuk bergabung dengan ribuan buruh lainnya. Bahkan satu pintu pabrik dirobohkan saat buruh tersebut, memaksa untuk keluar mengikuti aksi.

Akibat kericuhan itu, seorang satpam tertimpa pagar besi pabrik yang berada di wilayah Kecamatan Kersana. Satpam itu pun di evakuasi oleh rekannya dan hingga kini belum diketahui kondisinya.

Karena banyaknya buruh yang demo, sempat membuat arus lalu lintas di jalur Pantura Brebes. Kendaraan mobil pribadi dan kendaraan besar dari arah Jakarta-Semarang dialihkan masuk ke tol Brebes Barat. Sedangkan sebaliknya kendaraan dari arah Semarang-Jakarta dialihkan masuk ke pintu tol Brebes Timur.

Baca juga: Polisi Lakukan Pengejaran Suami Yang Tega Aniaya Istrinya Hingga Tewas

Ribuan buruh kemudian turun ke jalan pantura menuju Alun-alun Brebes sambil berorasi menuntut kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) untuk tidak sama kenaikannya dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang hanya sekitar Rp 18 ribu. Para buruh pun membawa sejumlah poster bertuliskan tuntutan dan keresahan mereka terkait upah tersebut.

Sejumlah perwakilan buruh dari berbagai aliansi kemudian melakukan audensi di kantor Setda Brebes bersama Pemkab Brebes, APINDO, serta dewan pengupahan.

Audensi berjalan alot, dimana buruh menuntut UMK di Brebes yang sekitar hanya 1,8 juta rupiah menolak kenaikan 18 ribu rupiah atau 0,97 sesuai dengan kenaikan UMP. Perwakilan buruh tetap menuntut kenaikan 25 persen, hingga negoisasi turun menjadi 15 persen, sampai batas tuntutan terendah kenaikan hanya 10 persen.

Ketua Aliansi Serikat Buruh Kabupaten Brebes, Yuniawan Agung Pranoto, mengatakan jika hasil kesepakatan bersama antara perwakilan buruh, APINDO, Pemkab Brebes, dan dewan pengupahan akhirnya disepakati jika kenaikan dijanjikan sekitar 10 sampai 12 persen.

“Hasil audensi bersama antara perwakilan buruh, APINDO, Pemkab Brebes dan dewan pengupahan telah disepakati kenaikan upah sekitar 10-12 persen sehingga usulan upah buruh menjadi sekitar Rp, 2.085.019, ” ujar Ketua DPC SBSI Brebes

Ribuan buruh di Brebes menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Bupati Brebes, Senin (22/11) / Arah Pantura Ribuan buruh di Brebes menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Bupati Brebes, Senin (22/11) / Arah Pantura

Ketua Aliansi Serikat Buruh Kabupaten Brebes, Yuniawan Agung Pranotoj, uga menjelaskan jika hasil kesepakatan bersama berupa rekomendasi, selanjutnya akan dikirim ke Pemerintah Provinsi di Semarang.

“Kami berharap Pemprov Jateng bisa menyetujui rekomendasi yang diusulkan bersama. Apalagi upah buruh di Kabupaten Brebes saat ini termasuk terendah se Indonesia,” pungkasnya.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *