Desa Miskin di Brebes Bertambah Jadi 43, Anggota DPR Dorong Pengentasan Kemiskinan

ARAHPANTURA, BREBES – Desa kategori miskin ekstrem di Kabupaten Brebes meningkat dari 34 desa menjadi 43 desa.

Diketahui peningkatan jumlah desa miskim ekstrem itu sebagai dampak pandemi Covid-19.

Salah satu desa yang masuk kategori miskin ekstrim yaitu Desa Negla Kecamatan Losari Kabupaten Brebes. Di Desa itu, ada ratusan rumah warga yang tidak layak huni. Sementara, sebanyak 1.700 Kepala Keluarga (KK) di Desa tersebut juga masuk kategori warga miskin.

Kepala Desa Negla Losari, Bambang Irwanto, menjelaskan dari data Sustainable Development Goals atau SDGs Desa, jumlah warga Desa sebanyak 17.667 jiwa. Dengan total 5.378 KK. dari data tersebut, masih ada ratusan rumah masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Masalahnya salah satu indikator dinyatakan warga miskin adalah RTLH. Dimana, disini ada 471 rumah yang masuk tidak layak huni,” ujar Bambang Irwanto, Selasa (5/10).

BACA JUGA: Terkait Perjuangan TNI, Begini Sejarah Berdirinya Makodim 0713 Brebes

Dijelaskannya, dari jumlah itu sekitar 92 rumah sudah mendapatkan bantuan bedah rumah. Sedangkan sisanya yaitu 379 rumah belum mendapatkan bantuan.

“Dari 92 rumah yang mendapatkan bantuan yaitu diantaranya bantuan dari pemerintah pusat yakni 75 rumah, dari Dana Desa (DD) yakni 11 rumah dan dari pemerintah provinsi sebanyak enam rumah,” tambah Bambang.

Sementara itu, Anggota DPR RI Paramitha Widiya Kusuma mengaku prihatin dengan kondisi 43 desa di Brebes yang masuk kategori desa miskin ekstrim, termasuk salah satunya desa Negla.

“Sebagai wakil rakyat, dirinya akan mendorong pengentasan kemiskinan desa di Kabupaten Brebes, salah satunya dengan bantuan bedah rumah, sebanyak 50 unit untuk warga rumah tidak layak huni (RTLH),” ujar Paramitha saat melakukan kunjungan di Desa Negla, Selasa (5/10) sore

Dalam kunjungannya itu, Paramitha juga memberikan sembako kepada ribuan warga setempat sebagai salah satu meringankan masyarakat yang terdampak Covid-19.

Putri mantan Bupati Brebes, Indra Kusuma tersebut mengakui jika dampak pandemi Covid-19 yang hampir dua tahun ini menjadi salah satu faktor angka kemiskinan bertambah.

Karenanya, pihaknya akan berupaya dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *