Dinkes Brebes Catat Ada 114 Orang Tertular HIV/AIDS di Tahun 2021

Plt. Kadinkes Brebes, dr. Sri Gunadi Purwoko. / Ist

ARAH PANTURA, BREBES – Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes mencatat ada 114 orang tertular HIV/ AIDS ditahun 2021. Jumlah tersebut, merupakan hasil pemetaan penambahan kasus baru sejak Januari-Oktober 2021.

Dengan penambahan itu, total temuan penderita HIV/ AIDS di Brebes kini mencapai 1.299 kasus. Rinciannya, 1.185 berstatus kasus lama dan 114 penderita tambahan baru di 17 Kecamatan .

Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Brebes dr Sri Gunadi Parwoko, Kamis (09/12) menyampaikan, berdasarkan hasil analisis dan pemetaan faktor resiko HIV/AIDS. Penyebaran kasus hampir merata terjadi di 16 kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Salem 2 kasus, Banjarharjo 10 kasus, Kersana 1 kasus. Kemudian, Kecamatan Tanjung 2 kasus, Losari 4 kasus, Ketanggungan 4 kasus, Larangan 3 kasus, Bulakamba 8 kasus. Selanjutnya, Wanasari 7 kasus, Brebes 9 kasus, Songgom 6 kasus, Tonjong 6 kasus, Sirampog 9 kasus, Paguyangan 4 kasus, Bumiayu 11 kasus, Bantarkawung 2, luar wilayah 10 kasus.

“Hasil pemetaan dan analisis data, tercatat beberap faktor resiko penyebaran. Seperti, Lelaki Suka Lelaki, perilaku seks menyimpang, gonta-ganti pasangan dan tanpa pengaman. Kemudian, pekerja seks dan pasangan suami istri berisiko,” ungkap Plt. Kadinkes Brebes.

Baca juga:Berat Badan Rendah, Bayi Yang Dibuang di Pinggir Jalan Dirujuk ke RSUD Brebes

Terkait upaya pemetaan kasus, lanjut Gunadi, terus dimaksimalkan melalui penjaringan tes VCT jemput bola. Bahkan, optimalisasi edukasi secara massif juga berdampak positif. Yakni, mulai tumbuhnya kesadaran memeriksakan diri setelah adanya gejala. Sehingga, skrinning dan deteksi dini bisa lebih dimaksimalkan dalam penanggulangan penderita HIV/AIDS.

“Dari klasifikasi temuan kasus baru, didominasi usia produktif. Meliputi, usia 25-49 tahun sebanyak 59 persen. Disusul usia 20-24 tahun mencapai 11 persen. Kemudian, usia 15-19 tahun 5 persen, kurang dari 4 tahun dan lebih dari 50 tahun 2 persen,” jelas Plt. Kadinkes Brebes.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Brebes, Johan Assani, mengungkapkan jika pihaknya menindaklanjuti analisis dan pemetaan kasus penderita HIV/AIDS. terus meningkatkan koordinasi dan penanganan terintegrasi. Khususnya, layanan konseling dan test HIV/AIDS di 38 Puskesmas. Kemudian, RSUD Bumiayu, RS Bakti Asih, RS Siti Aminah, RS Derra Assyifa dan Mutiara Bunda.

“Layanan penanganan infeksi menular seksual juga ditingkatkan. Yakni, di 3 Puskesmas dan layanan pengobatan ARV di 23 fasyankes rujukan,” kata Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Brebes.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Brebes, Johan Assani, menambahkan, untuk menunjang program penanganan kasus HIV/AIDS. Dinkes Brebes juga terus mengoptimalkan penjaringan Casecade dengan target 23.597 tes HIV. Realisasinya, 22.130 ibu hamil terjaring Tes HIV hasilnya 9 diantaranya positif tertular.

“Dengan jargon Suluh, Temukan, Obati dan Pertahankan (STOP-red). Upaya penanganan HIV/AIDS akan dituntaskan,” pungkas Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Brebes, Johan Assani.***

Baca juga:Harga Minyak Goreng Curah di Brebes Tinggi, Karena Faktor Ini

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *