Dirut BTN Sebut Angka Tidak Memiliki Rumah di Indonesia Capai 12,7 Juta

ARAH PANTURA, Cirebon – PT Bank Tabungan Negara (BTN) telah menyalurkan pembiayaan perumahan sebanyak 5,2 juta rumah yang telah diserahkan kepada pemilik rumah. Pembiayaan perumahan tersebut dilakukan sepanjang 74 tahun berdiri.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu usai meresmikan wajah baru di BTN Kantor Cabang Cirebon (KC Cirebon), Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Rabu (8/5/2024). “Setiap tahun, kurang lebih kita mengakadkan 200-300 ribu rumah di Indonesia. Bisa dibilang dalam satu hari kerja, itu bisa meng-akad-kan 1.000 rumah se-Indonesia,” ujar Nixon.

Namun, kata Nixon, angka backlog atau yang tidak memiliki rumah di Indonesia masih besar. Sampai hari ini, menurutnya, angka backlog di Indonesia mencapai 12,7 juta berdasarkan kepemilikan.

“12,7 juta keluarga di Indonesia belum memiliki rumah. Indonesia termasuk negara yang backlog terbesar, karena penduduknya besar. Apalagi setiap tahun, angka pernikahan di Indonesia sangat dahsyat besarnya, 800-1,2 juta pasangan setiap tahun,” katanya.

“Itulah yang membuat kebutuhan rumah tidak pernah turun, sementara kemampuan produksi rumah di Indonesia dalam setahun 400-600 ribu. Makanya, angka backlog terus naik,” sambungnya.

Hal ini, menurut Nixon, yang menjadi isu, terutama di masyarakat perkotaan atau daerah urbanisasi mulai muncul masalah kelangkaan perumahan. Oleh karena itu, Pemerintah kita sudah membuat program satu juta rumah KPR Subsidi.

“Setiap tahun, kita menyalurkan 200-250 ribu KPR Subsidi dan angkanya mudah-mudahan akan terus naik. Karena pemerintahan baru nanti, berniat membangun 3 juta rumah. Artinya, kebutuhan pembangunan rumah di periode mendatang pasti akan dipercepat,” jelasnya.

BACA JUGA :  BTN Property Expo 2023 Kembali Digelar, Ada 50 Lebih Lokasi Perumahan di Ciayumajakuning

Sehingga, kata Nixon, pihaknya bersama-sama dengan Pemerintah sedang mengodok satu skema baru pembiayaan rumah yang lebih ringan untuk masyarakat, tapi lebih layak huni dan Keterjangakaun yang lebih luas.

“Agar kita bisa mendorong 3 juta rumah program pemerintah baru dapat terdeliver sampai tahun 2029 nanti. Mudah-mudahan ini salah satu cara untuk mengurangi backlog kepemilikan rumah di Indonesia,” pungkasnya. (HSY)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *