Disdukcapil Brebes Sudah Layani KK Pasangan Nikah Siri, Ini Perbedaan dan Syaratnya

ARAHPANTURA, BREBES- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Brebes, sudah mulai melayani permohonan Kartu Keluarga (KK) untuk pasangan yang nikah siri.

Pelayanan KK pasangan siri ini setelah Kemendagri memperbolehkan pasangan tersebut memiliki KK dikarenakan setiap penduduk warga negara Indonesia berhak terdata.

Bahkan dalam pekan ini, Disdukcapil sudah mendapatkan permohonan 2 pasangan nikah siri yang mengajukan KK.

Kasi Pindah Datang, Bidang Pendaftaran Penduduk, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Brebes, Eko Setyawan menjelaskan kedua pasangan nikah siri yang mengajukan permohonan pembuatan KK ini berasal dari Kecamatan Kersana dan Brebes.

BACA JUGA: Pemkab Brebes Catat 12,5 Ribu Lebih Rumah Tidak Layak Huni, 2 Kecamatan Ini Terbanyak

“Dua pasangan nikah siri sudah mengajukan permohonan KK. Sudah jadi dan diterima oleh pemohon. Mungkin ke depan akan lebih banyak lagi pasangan nikah siri yang mengajukan permohonan pembuatan KK” jelas Eko Setyawan di kantornya, Jumat (8/10).

Eko menambahkan, ada perbedaan syarat bagi penerima KK kawin resmi dengan nikah siri.

Dalam KK kawin resmi, status perkawinan suami istri ini diberi keterangan tercatat, sedangkan nikah siri, status perkawinan diberi keterangan belum tercatat.

Lebih lanjut, perbedaan lainnya, yakni jika laki laki (suami) memilih tinggal bersama istri pertama, maka dalam KK nikah siri namanya tidak dicantumkan dalam KK nikah siri.

Namun keterangan nama suami akan muncul jika pasangan nikah siri ini memiliki anak. Karena dalam keterangan orang tua anak tersebut akan disertakan nama ayahnya.

Lain halnya jika pria ini memilih tinggal bersama pasangan siri nya, maka namanya akan dicantumkan dalam KK siri.

“KK siri dengan resmi berbeda. Nama pria bila tidak tinggal se rumah tidak akan dicantumkan. Nama pria akan muncul bila mereka punya anak karena akan dicantumkan dalam keterangan oran tua dari anak,” ujarnya.

Adapun persyaratan yang harus disertakan bagi pasangan nikah siri harus membuat surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) kebenaran pasangan suami istri dengan diketahui 2 orang saksi. Karena nikah siri merupakan nikah yang sah secara agama, namun tidak tercatat di kantor urusan agama (KUA).***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *