Disinyalir Banyak Mafia Tanah di Brebes, Komunitas Ndasmumet Nilai Itu Meresahkan

Komunitas Ndasmumet menggelar refleksi tahun 2022, salah satunya menolak praktik mafia tanah. /Ist

ARAH PANTURA, BREBES – Komunitas Ndasmumet menilai saat ini di Kabupaten Brebes banyak mafia tanah yang bermain. Hal ini disampaikan komunitas Ndasmumet saat menggelar refleksi tahun baru 2022, yang digelar di pelataran GOR Sasana Krida Adhi Karsa Brebes, pada Minggu (2/1) kemarin.

Salah seorang anggota komunitas Ndasmumet, Gus Bill, mengatakan ada indikasi mafia tanah marak di Kabupaten Brebes. Jika ini dibiarkan akan sangat meresahkan masyarakat.

“Jika praktik mafia tanah dibiarkan, yang akan dirugikan adalah masyarakat sendiri. Masyarakat bisa terjebak oleh bujuk rayu mafia tanah apalagi saat ini di Kabupaten Brebes banyak investor masuk untuk membangun pabrik,” ujarnya.

Baca juga: Razia Anak Punk, Pasangan Siri Asal Jakarta Ikut Terjaring

Gus Bill juga menambahkan, bukan tidak mungkin praktik mafia tanah sangat memungkinkan menjadi kendala investor yang akan membangun pabrik, yang bisa menyerap puluhan tenaga kerja

“Kalau mafia tanah bermain, tidak hanya masyarakat yang akan dirugikan. Namun bisa menghambat kedatangan investor yang akan masuk,” ucapnya

Sementara salah satu anggota komunitas lainnya, Darisman Ebet, secara tegas menyatakan menolak keras praktik-praktik mafia tanah di Kabupaten Brebes.

“Kami secara tegas menolak keras praktik-praktik mafia tanah. Untuk itu Pemkab Brebes diminta peran sertanya bisa melakukan langkah-langkah untuk menanggulanginya,” pungkasnya.***

Baca juga: Satpol PP Brebes Ciduk Belasan Anak Punk, Ini Video Penangkapannya

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *