Ditemukannya Fosil Tertua di Indonesia, Geopark Situs Bumiayu Akan di Dibangun

salah satu benda purbakala terrtua yang ditemukan di wilayah Brebes Selatan., tengah diperlihatkan oleh peneliti kepada Wakil Bupati Brebes Narjo. /Ist

ARAH PANTURA,BREBES – Pemkab Brebes berencana akan membangun Geopark Situs Bumiayu, setelah di wilayah Brebes Selatan, sering kali Ditemukannya benda-benda purbakala di wilayah Kecamatan Bumiayu dan Tonjong.

Bahkan, terakhir beberapa waktu lalu, Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran dan Buton, telah menemukan fosil purbakala, berupa fosil tulang manusia dan mamalia tertua di Indonesia.

Untuk itu, Pemkab Brebes tengah mengusulkan Situs Bumiayu menjadi Geopark ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Gubernur Jateng. Usulan dibangunnya Geopark itu setelah melalui berbagai kajian ilmiah yang melibatkan beberapa peneliti kepurbakalaan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Baperlitbangda) Kabupaten Brebes, Aprianto Sudarmono, Selasa (21/12) siang, mengungkapkan, , situs Bumiayu diusulkan ke pemerintah pusat menjadi Geoprak karena dari hasil penelitian dinilai sangat layak.

Baca juga: Kadinkes Brebes Mengaku Tidak Mengetahui Plesiran Petugas Kesehatan Puskesmas Tonjong

“Memang kami mengusulkan pendirian Geopark, karena adanya rekomendasi dari para peniliti situs Bumiayu. Bahkan temuanhomo erectus yang ternyata memiliki usia lebih tua dari temuan di Sangiran. Jadi sangat wajar jika Pemkab Brebes berupaya ingin melestarikan warisan geologi, sekaligus untuk tempat wisata,” ujar Kepala Baperlitbangda Brebes.

Usai acara sosialisasi dari rekomendasi terkait usulan pendirian Geopark Situs Bumiayu, yang digelar di Aula Baperlitbangda, Selasa (21/12), beliau menyampaikan pihaknya akan terus melakukan proses tahapan sebagai persiapan Geopark bisa terwujud.

“Pemkab Brebes akan terus berproses akan pendirian situs tersebut bisa terwujud, termasuk kami akan menyiapkan anggaran jika pendirian Geopark bisa disetujui pemerintah pusat,” tegas Kepala baperlitbangda Brebes, Aprianto Sudarmono.

Peneliti Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Didit Hadi Barianto mengungkapkan, yang disebut Situs Bumiayu meliputi tiga kecamatan di wilayah Brebes bagian selatan. Yakni, Bumiayu, Tonjong dan Bantarkawung. Kawasannya meliputi enam sungai, di antaranya Sungai Pemali, Sungai Glagah, Sungai Bodas, Sungai Cisaat dan Sungai Gintung. Dari enam sungai tersebut, sudah dilokalisir titik-titik yang penting.

“Yang menjadi poin penting Situ Bumiayu ini diusulkan menjadi Geopark, karena di tempat ini ditemukan homo erectus, dan kelasnya menjadi mendunia. Sebab, homo erectus ini hanya ditemukan di lima negara, salah satunya di Indonesia yakni di Bumiayu,” jelas peneliti UGM itu.

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam persiapan tersebut pihaknya juga melibatkan para pelestari situ purbakala lokal. Diharapkan, dengan menjadi Geopark, Brebes nantinya akan lebih dikenal. Selain ini, menjadi sumber edukasi terkait kepurbakalaan.

“Saat ini tahapannya tinggal mengusulkan ke pusat, karena berkas usulan sudah lengkap. Selanjutnya kami akan menyiapkan dokumen juknis dan persiapan pemberdayaan masyarakat menuju Geopark ini,” papar peneliti UGM Didit Hadi Barianto.

Wakil Bupati Brebes, Narjo, yang hadir dalam kegiatan itu, menegaskan, secara prinsip Pemkab mendukung secara penuh adanya usulan Geopark di Situs Bumiayu, termasuk akan mendukung terkait kebutuhan anggarannya.

Di samping akan menjadi pusat studi, keberadaan Geopark itu juga menjadi salah satu destinasi wisata yang bisa mendatangkan pendapatan asli daerah.

“Yang jelas, kami atas nama Pemkab Brebes mendukung penuh, dan berharap usulan ini bisa terealisasi,” pungkas Wakil Bupati Brebes, Narjo.***

Baca juga: Merakit Bambu Untuk Seberangi Sungai, Bocah Kelas 3 SD di Larangan Tewas Tenggelam

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Kresna berkata:

    Tahukah persyaratan suatu wilayah bisa dimasukkan sebagai situs purbakala dan dikategorikan sebagai geopark? Coba publikasikan hasil penelitiannya, kenapa tahu2 sudah mau dijadikan tempat wisata, aneh….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *