Ditipu Kerja di Perkebunan Australia, 10 Warga Brebes Lapor Polisi

ARAHPANTURA, BREBES – Sebanyak 10 warga yang merupakan calon pekerja migran Indonesia (PMI) mendatangi Mapolres Brebes.

Mereka melaporkan perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) PT KMS yang diduga melakukan penipuan puluhan calon tenaga kerja Indonesia dari berbagai desa di Brebes.

Seorang calon buruh migran, Chandra Giovani (21 tahun) warga Desa Petunjungan Kecamatan Bukakamba, mengaku telah menyetorkan uang sebesar Rp 26 juta.

Ia tergiur iming iming akan bekerja di perkebunan di Australia dengan tawaran gaji mencapai 26 juta rupiah perbulan.

“Kemarin untuk uang pendaftaran sudah saya bayarkan dua kali. Pertama, daftar Rp 6 juta pada bulan April, lalu yang Kedua saya menyetor Rp 20 juta rupiah,” kata Chandra ditemui wartawan, Selasa (5/10).

BACA JUGA: Kapolres Brebes Ingatkan Bijak Gunakan Medsos, Ajak Personil Jangan Kemakan Hoax

Sementara itu, salah satu penyalur tenaga kerja, Fatmawati (34 tahun) mengungkapkan menjadi salah satu penyalur setelah bertemu dengan YRM yang mengaku pemilik PT KMS bulan April 2021 lalu.

Saat itu, ia diajak bekerjasama untuk merekrut calon tenaga kerja dengan imbalan uang. Ia dijanjikan akan mendapatkan honor Rp 6 juta jika mencarikan 20 orang pekerja migran Indonesia (PMI).

“Saya berhasil merekrut sekitar 80 calon PMI. Saya direkrut jadi staf dengan gaji Rp 3,5 juta, termasuk tunjangan. Tapi cuma tiga bulan digaji karena mulai curiga ada yang aneh,” kata Fatmawati.

Keanehan dan kecurigaan tersebut, kata fatmawati, karena pemilik PT tanpa sepengetahuannnya kembali meminta uang pendaftaran ke calon PMI.

Terlebih, saat ditanya pengurusan syarat pemberangkatan dan lokasi perkebunan penempatan PMI namun tidak pernah dijawab.

Bahkan, YRM terkesan mengelak setiap ditanya terkait kepastian teknis dan prosedur pemberangkatan PMI.

Kepala Disperinaker Brebes, Warsito Eko Putro membenarkan adanya dugaan penipuan berkedok PJTKI bodong tersebut.

Diakui Warsito, PT KMS belum terdaftar sebagai penyalur tenaga migran resmi dan belum tercantum di Kemenaker.

Mengetahui kejadian ini, pihaknya langsung menginventarisir dan menyelamatkan semua dokumen milik calon pekerja migran seperti Ktp-el, KK asli, paspor maupun sertifikat yang sempat dijadikan jaminan.

“Langkah selanjutnya, kami melakukan pendampingan. Sebab, calon PMI yang merasa dirugikan ingin menempuh jalur hukum ke Polres,” tambah Warsito.

Kasatreskrim Polres Brebes AKP Hadi Handoko, menyebut jika telah menerima laporan terkait dugaan tindak pidana penipuan terkait pemberangkatan PMI ke luar negeri.

“Ya memang, hari ini kami menerima aduan dari para PMI sebanyak 10 orang terkait tindak pidana terkait pemberangkatan PMI ke luar negeri,” kata AKP Hadi Handoko yang ditemui di ruang kerjanya.

Pihak kepolisian kini sedang melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut terkait pengaduan kasus tersebut dan akan memanggil sejumlah terlapor dalam hal ini pemilik perusahaan.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *