Dokter Nyatakan Kanti Utami Alami Gangguan Jiwa Berat, Begini Proses Hukumnya

Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto. /Arah Pantura

ARAH PANTURA, BREBES – Masih ingat Kanti Utami (35) warga Desa/Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes yang belum lama ini kasusnya sempat heboh karena diduga telah melakukan penganiayaan terhadap 3 anak kandungnya, bahkan satu orang yakni anak keduanya yang masih berusia 7 tahun harus meregang nyawa karena mengalami luka serius berupa sayatan dibagian lehernya.

Terduga pelaku yang hampir satu bulan menjalani perawatan di RSUD dr Soesilo Slawi akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSDJ) Amino Gondohutomo Jawa Tengah di Semarang setelah dinyatakan tim psikologi RSUD dr Soesilo Slawi menderita gangguan kejiwaan.

Saat realese dengan Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto di halaman Mapolres Brebes, Senin (18/4) siang, Ketua tim psikologi dari RSUD dr Soesilo Slawi, dr Glorio Immanuel SpKJ mengungkapkan yang bersangkutan terduga pelaku kekerasan terhadap anak, dari pemeriksaan yang dilakukan selama satu bulan lamanya dengan berbagai tahapan, tim dokter menyimpulkan terduga penganiayaan 3 anak kandungnya mengalami gangguan jiwa berat yang nyata.

“Gangguan jiwa dikatakan berat karena yang bersangkutan terdapat halusinasi, contohnya mendengar suara bisikan ditelinga dan itu sudah menetap lebih dari satu bulan. Yang kedua keyakinan menetap yang tidak sesuai dengan logika (waham) selama satu bulan pemeriksaan,” ujarnya.

Hasil penelitian dan pemeriksaan, beber beliau yang bersangkutan sudah mengalami gangguan kejiwaan lebih dari 6 bulan lamanya.

“Jadi bukan kejadian yang baru dialami oleh terduga pelaku melainkan kejadian yang sudah lama atau rangkaian yang hasil pemeriksaan lebih jauh ditemukan banyak ditemukan gangguan-gangguan jiwa sejak masa kanak-kanak hingga masa dewasa. Ibarat ini puncak dari gangguan yang dialami terduga,” ujar dr. Glorio.

BACA JUGA :  Harga Bawang Merah Murah, Komisi IV DPR RI Temui Petani di Brebes

Dari hasil pemeriksaan terduga juga mengakui saat masih kecil mengalami tindak kekerasan dan pelecehan sehingga kejadian tersebut dirinya takut kejadian serupa dialami oleh anak-anaknya dan tidak ingin dialami oleh anak-anaknya.

“Makanya yang bersangkutan mengambil jalan pintas untuk menghabisi anak-anaknya dan berfikir jika hidup anak-anaknya akan sengsara dan disiksa orang lain,” jelasnya

Terduga pelaku penganiaya anak kandung, Kanti Utami. /Ist

Terduga pelaku penganiaya anak kandung, Kanti Utami. /Ist

Sementara Kapolres Brebes AKBP Faisal Febrianto mengatakan kasus Kanti utami pihak kepolisian akan melakukan kordinasi dengan pihak Kejaksaan maupun Pengadilan soal gangguan kejiwaan yang dialami Kanti Utami.

“Hal ini dilakukan karena yang menentukan orang bisa menjalani perawatan di rumah sakit jiwa adalah hakim. Jadi akan kita kordinasikan bagaimana proses hukum selanjutnya.” Kata Kapolres Brebes.

Meski demikian bila mengacu pada undang-undang orang yang mengalami gangguan kejiwaan tidak bisa dipidanakan.

“Apalagi terduga pelaku Kanti Utami dari dari hasil observasi dari dokter atau ahli gangguan jiwa yang dialaminya merupakan gangguan jiwa berat,” pungkasnya.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.