DPKUKM Kota Cirebon Ajak Pelaku UMKM Paham Digitalisasi

ARAHPANTURA, CIREBON, — Salah satu pelaku UMKM di Kota Cirebon, selama pandemi alami penurunan penjualan mencapai 90 persen.

Pemilik Produk Sirup Cabai, Rachel Muna’ah mengaku, selama pandemi mampu menjual produk melalui kegiatan bazar UMKM yang sering digelar Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kota Cirebon.

“Setelah pandemi hanya bisa menjual 200 botol, tapi masih bisa bergerak, sirop cabe bukan hanya dibikin minuman saja tapi bisa dicampur ke singkong juga lebih seger, kita menang lomba posyandu menang juara kedua, penghasilan selama pandemi juga ikut lomba-lomba seperti itu,” ujarnya.

Baca Juga:Polres Brebes Tangkap 3 Pelaku Perampokan di SMK Muhammadiyah 1 Bantarkawung, Ini Video Penangkapannya

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kota Cirebon, Maharani Dewi, membenarkan pandemi sangat berdampak terhadap penjualan produk UMKM.

Ia mengajak seluruh pelaku UMKM yang dibina oleh DPKUKM Kota Cirebon, mulai mengenal digitalisasi untuk membantu memudahkan penjualan produk UMKM.

“Bulan Oktober mulai lagi pelatihan-pelatihan, dari 65 juta UMKM baru 4,8 juta yang mengenal digitalisasi, justru pandemi kemarin yang bertahan itu yang sudah menjual produk lewat online,” katanya.

Di Kota Cirebon UMKM binaan DPKUKM sebanyak 2060 produk, dari angka tersebut 20 persen atau hanya ratusan pelaku UMKM mengenal penjualan melalui digitalisasi.

“Kalo di Kota Cirebon masih sedikit, pelaku ada 2060 an yang mengerti digitalisasi baru 100 pelaku UMKM saja,” tukasnya. (*)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *