Fisip UGJ Mendapatkan Hibah Inovasi dari Kemendikbud RI

ARAHPANTURA, CIREBON, — Program Studi (Prodi) Ilmu Administrasi Negara dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) UGJ Cirebon, berhasil menjadi percontohan bagi prodi lain dalam pemanfaatan pembelajaran digital yang digalakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Hasil kolaborasi tiga dosen dari berbagai jurusan ini membuahkan hasil, mereka lolos dalam menyusun sebuah proposal Inovasi pembelajaran digital dengan judul Implementasi pembelajaran berbasis afektif dan case base study pd mata kuliah sistem administrasi negara Indonesia, melalui LMS UGJ pintar. dalam program yang dikembangkan oleh Dirjen Dikti Kemdikbud pada bulan Maret 2021 tentang Inovasi Pembelajaran Digital dan Inovasi Modul digital.

Dari 40.000 proposal berbagai Universitas di Indonesia, Prodi Ilmu Administrasi Fisip UGJ berhasil unggul, dengan akreditasi A. Hibah ini sangat membanggakan dan capaian prestasi tinggi yang didapat Prodi Administrasi Negara.

Baca Juga:Masih Banyak Penghalang, Kapan Jalur Sepeda Bisa Ramah?

“Kita berhasil lolos dalam program inovasi pembelajaran digital dari Kemendikbud RI, dari ribuan peserta perguruan tinggi di Indonesia, dan UGJ salah satunya. Yang lolos ada 40 proposal dari seleksi akhir UGJ berhasil lolos, Persaingannya memang ketat, semoga bisa menjadi contoh untuk prodi lain,” ujar Wakil Dekan I FISIP UGJ, Dr. Hj. Hery Nariyah, Dra., MSi,.

Dalam pelaksanaannya UGJ menggandeng 3 Universitas, yaitu Universitas Wiralodra dengan mahasiswa sebanyak 20 orang, Universitas Majalengka dengan mahasiswa sebanyak 32 orang, dan Unversitas Tujuh Belas Agustus diikuti mahasiswa sebanyak 16 orang, juga mahasiswa UGJ Cirebon sebanyak 29 orang.

“Mata kuliah ini bisa diterapkan bukan hanya mendapatkan nilai, khususnya metode pembelajarannya bukan hanya materi, tetapi ada study kasus, roll play yang berkaitan dengan mata kuliahnya yaitu ilmu administrasi negara indonesia,” ucap Kepala Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi UGJ, Dr Farida Nurfalah, S.Sos., M.Si .

Program tersebut berjalan selama satu semester lanjutnya, agar sesuai dengan target sebanyak 16 kali pertemuan termasuk kegiatan UTS dan UAS. Pihaknya menjadwalkan dalam seminggu melakukan pertemuan sebanyak 2 kali melalui metode pembelajaran bleanded learning.

Baca Juga: Pemprov Jabar Dukung Kemandirian Pesantren

“Jadi ini program kolaborasi antar program studi, berhubung ini programnya untuk mata kuliah yang di usung ialah sistem administrasi negara dengan bobot 3 SKS, ada 97 mahasiswa mengikuti kegiatan ini, alhamdllah berjalan sukses dan lancar,” kata Heri Sulaeman S.Si., M.Sc Dosen Prodi Teknik Elektro UGJ Cirebon

Seluruh mahasiswa yang mengikuti kegiatan diseminasi pembelajaran digital akan dibekali surat pendamping ijazah, sebagai nilai tambah dan bekal mahasiswa mengkonfersikan nilai diperguruan tinggi masing-masing, hasil dari selama mengikuti MBKM yang diselenggarakan Kampus Merdeka.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Dkis) Kota Cirebon, Maruf Nuryasa, mendukung program yang diusung Kemendikbud RI dengan menyediakan fasilitas bagi mahasiswa UGJ Cirebon.

“Kami melihat bahwa ini bagian dari kolaborasi, harus lebih banyak dilakukan baik institusi manapun dengan pemerintahan, ini wujud program smartcity dalam pentahelix mengkolaborasikan antara 5 komponen, mulai dari akademisi, dunia pendidikan, industri, masyarakat atau komunitas, dan pemerintahan, bagaimana kita saling melengkapi,” ungkapnya.

Menurut Ma’ruf, pelaksanaan pembelajaran digital yang dilaksanakan oleh Fisip UGJ adalah sesuai dengan Program literasi digital untuk masyarakat dalam pemanfaatan IT. (*)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *