Akibat Sering Nonton Film Porno, Ayah Tega Perkosa Anak Kandungnya

Tersangka Kasus pemerkosaan anak kandung /Arah Pantura

ARAH PANTURA, TEGAL – Aksi bejat dilakukan Mujiono (34), warga Kelurahan Tunon, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal yang tega memperkosa anak kandungnya sendiri yang masoh duduk dibangku Sekolah Dasar (SD).

Mujiono yang ditetapkan tersangka oleh Unit PPA Satreskrim Polres Tegal Kota, setelah diketahui telah melakukan perbuatan bejatnya berkali-kali kepada korbannya yang disertai ancaman.

Kapolres Tegal Kota AKBP Rahmad Hidayat mengatakan, tersangka merupakan ayah kandung dari korban.

“Kasus persetubuhan anak, baru diketahui tanggal 24 Oktober 2021 oleh ibu korban, dimana saat itu korban sedang menyapu dan tersangka membisikan kepada korban agar tidak membuka rahasia. Yang kemudian akhirnya diketahui ibu korban,” kata Kapolres Tegal Kota.

Baca Juga: Sesosok Mayat Mengapung di Sungai Ketiwon Gemparkan Warga

Dijelaskan Kapolres Tegal kota itu, ibu korban akhirnya mengetahui jika perbuatan bejat suami terhadap darah dagingnya tersebut sudah dilakukan berulang kali.

ibu korban yang tidak terima selanjutnya melaporkan kasus tersebut ke polisi. “Sudah disetubuhi 5 kali oleh tersangka ayah kandung,” ujar Kapolres Tegal Kota tersebut.

Kapolres Tegal kota mengungkapkan jika modus tersangka dengan memandikan korban. Saat di kamar mandi tersebut tersangka menyetubuhinya.

“Awalnya berpura pura memandikan korban. Kemudian saat korban tidak memakai baju, tersangka kemudian melakukan aksinya dengan ancaman akan dibunuh apabila korban melaporkan tindakannya,” ungkap Kapolres Tegal Kota AKBP Rahmad Hidayat

Sementara di hadapan polisi, tersangka Mujiono mengaku tega menyetubuhi anaknya karena terinspirasi hobinya menonton film porno. “Banyak nonton film porno,” kata Mujiono saat ditanya polisi.

Tersangka dijerat Pasal 81 ayat (3) juncto Pasal 76D dan atau Pasal 82 ayat (2) juncto Pasal 76E Undang-undang (UU) RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *