Gelar Pesantren Ramadan, Komunitas TDA Cirebon Selenggarakan Pengobatan Gratis Hingga Sunat Massal

ARAH PANTURA, Cirebon, – Komunitas Tangan Diatas (TDA) Cirebon Raya berkolaborasi dengan Klinik Berkah, Jagoan Khitan, Masjid Abdurrahman Bin Auf, Pondok Quran Digitalpreneur menggelar Pesantren Ramadan.

Mengusung tema “Puasa Tuntas Ramadanku Berkualitas”, Pesantren Ramadan digelar selama tiga hari 14-16 April 2023 di Pesantren Abdurrahman Bin Auf.

Berbagai kegiatan diselenggarakan dalam mengisi bulan ramadan tahun ini. Mulai dari pengobatan gratis, buka puasa bersama, kajian digital, mini bazar Ramadan, sunat massal, pesantren kilat anak, hingga santunan anak yatim. Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan setiap bulan ramadan.

Ketua TDA Cirebon Raya, H. Dodon Romadona mengatakan Pesantren Ramadan adalah inisiasi dari Komunitas TDA Cirebon berkolaborasi dengan Klinik Berkah, Pesantren Abdurrahman Bin Auf, Masjid Abdurrahman Bin Auf, Pesantren Al-Qolam dan juga Jagoan Khitan. Acara Pesantren Ramadan ini diselenggarakan selama tiga hari 14-16 April 2023.

“Hari pertama ada kegiatan pengobatan gratis bersama Klimik Berkah dan Sunat Massal bersama Jagoan Khitan. Pengobatan gratis ini terbuka untuk umum, begitu juga dengan sunat masal dibuka untuk umum dan tidak ada batasan,” ujar Dodon kepada About Cirebon.

“Untuk Sunat Masal kita menargetkan sebanyak 40 anak, namun yang baru tercapai hanya 10 anak. Sedangkan untuk pengobatan gratis kita targetkan sebanyak 100 orang,” tambahnya.

Hari kedua, lanjut Dodon, kegiatan akan diisi dengan kegiatan buka puasa bersama santri dan pesantren kilat. Kegiatan pesantren kilat anak ini diselenggarakan selam dua hari 15-16 April 2023.

“Pesantren kilat ini untuk anak-anak SD, SMP, dan juga SMA dengan target sebanyak 60 orang dan mereka akan menginap Pesantren Abdurrahman Bin Auf. Alhamdulillah kegiatan ini sudah sering berjalan dan mereka akan mengikuti buka puasa bersama,” terangnya.

BACA JUGA :  Berbagi Kebahagiaan, Cirebon Power Bagikan Ribuan Bingkisan Lebaran untuk Warga Sekitar

Tak hanya itu, tanggal 15 April 2023 di Pesantren Ramadan juga akan diramaikan dengan Pasar Bahagia. Dimana Pasar Bahagia ini akan memberikan bingkisan gratis kepada ibu-ibu yang mengikuti pengajian dan didalamnya terdapat kegiatan pesantren kilat.

“Setelah itu, pada hari yang sama akan diadakan santunan untuk anak-anak yatim. Kami akan memberikan santunan untuk 30 anak yatim dari target 60 anak. Kegiatan santunan juga berbarengan dengan kegiatan buka bersama,” jelasnya.

Menurut Dodon, Komunitas TDA setiap tahun di bulan ramadan selalu rutin memberikan santunan kepada anak-anak yatim. Namun, diisi dengan berbagai macam kegiatan.

“Tahun ini memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dan kegiatan ini bertujuan untuk menyatakan kembali tali silaturahmi lagi diantara komunitas, khususnya sebelum Pandemi. Karena sempat terhenti karena pandemi, kami kembali menggelar untuk membangkitkan kembali kewirausahaan,” ungkapnya.

“Karena anggota Komunitas TDA itu banyaknya para pengusaha didalamnya. Sehingga kita bangkitkan kembali kewirausahaan dan juga tali silaturahmi, serta berbagi dengan masyarakat. Tentunya, donasi-donasi ini yang diberikan oleh para teman-teman di Komunitas TDA Cirebon Raya,” sambungnya.

Pihaknya berharap dengan adanya kegiatan ini, Anggota TDA Cirebon Raya bisa lebih banyak lagi berkiprah di masyarakat, bermanfaat untuk masyarakat, dan bisnisnyapun bisa lebih berkembang. Karena, kata Dodon, dengan bisnis yang berkembang pasti akan menghasilkan berbagi.

“Ke depan kami ingin mempereratkan kembali hubungan kita bersama Anggota TDA Cirebon Raya dan kita ingin lebih dekat dengan masyarakat. Jadi, ada tiga tujuan acara ini dibuat yakni silaturhami, membangkitkan kewirausahaan, dan berbagai kebahagian bersama masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, dr. Rio Adhi Wicaksono, MPH. Selaku CEO Jagoan Khitan menambahkan pada kegiatan sunat masal yang diselenggarakan dalam kegiatan Pesantren Ramadan, terdapat 10 anak yang di khitan. Rata-rata, usia yang mengikuti sunat massal ini berusia dari bayi sampai dengan 6 tahun.

BACA JUGA :  Peringati Hari Bhakti Pemasyarakatan, Rupbasan Cirebon Bersama Desa Kalikoa Serahkan Puluhan Sembako

“Untuk peserta sunat massal ini ada 10 anak dan memang kita batasi. Untuk kriteria peserta memang tidak kita batasi usia dan juga daerah asal. Untuk metodenya kita menggunakan hybrid plus, yang mana di khitan tidak menggunakan jahitan dan bisa langsung beraktifitas,” singkatnya. (HSY)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *