Guru Agama di Brebes Duduki Gedung DPRD, Ajukan 4 Tuntutan Ini

ARAHPANTURA, BREBES – Puluhan guru agama dari Forum Guru Tidak Tetap (GTT) Pendidikan Agama Islam (PAI) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Kabupaten Brebes, mendatangi Kantor DPRD setempat untuk melakukan audiensi dengan Ketua DPRD dan Anggota Komisi 1 DPRD Brebes, Senin (18/10)

Kedatangan guru agama ini untuk memperjuangkan nasib para guru agama di Brebes yang masih berstatus GTT. Ada beberapa tuntutan yang disampaikan saat audiensi dengan para wakil rakyat.

Ketua Forum GTT PAI P3K Brebes, Sugiarto, mengatakan, ada empat tuntutan yang disampaikan ke DPRD.

Pertama, terkait penempatan GTT PAI yang lolos passing grade seleksi P3K ke sekolah induk.

Kedua, yakni pengalihan formasi dalam seleksi P3K dari guru mata pelajaran kepada guru PAI.

BACA JUGA: Relokasi 2 Pasar Tradisional di Brebes Disiapkan Anggaran Rp 80 Milyar

Ketiga, permintaan penyamaan antara guru agama dengan guru kelas Umum dibawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), bukan dibawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).

Serta keempat formasi GTT PAI pada seleksi P3K ditambah sesuai kebutuhan.

“Kami beraudiensi dengan DPRD ini, intinya untuk menuntut keadilan dalam proses seleksi P3K untuk formasi guru PAI. Apalagi dari total pendaftar formasi guru PAI sebanyak 490 orang, yang lolos passing grade sekitar 250 orang.

“Dari yang lolos ini, yang ditempatkan hanya 52 orang, sehingga sebagian besar orang yang lolos passing grade ini, tetapi belum mendapat formasi penempatan. Ini yang melatarbelakangi kami beraudiensi,” ujar Sugiarto.

Kabid Ketenagaan Dindikpora Kabupaten Brebes, Riyanto yang turu hadir dalam audensi tersebut, mengatakan, jika jumlah guru PAI berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di Brebes sebanyak 170 orang. Sementara total kebutuhan guru PAI saat ini sebanyak 730 orang.

Guna memenuhi itu, dilakukan pengisian melalui P3K dan pada seleksi yang dilaksanakan hanya mendapatkan formasi sebanyak 65 orang.

“Sesuai hasil P3K ini, dari total pendaftar guru PAI yang lolos passing grade sebanyak 250 orang. Namun yang lolos sesuai kuota sebanyak 52 orang yang berada di sekolah induk,” ungkap Riyanto.

Sementara Ketua Komisi I DPRD, Sukirso menjelaskan, jika empat poin yang disampaikan para GTT PAI akan disampaikan ke pihak berwenang.

“Untuk jumlah formasi ini, mestinya disesuaikan dengan kebutuhan, dan kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.

Dari aspirasi para GTT PAI tersebut, lanjut dia, pihaknya siap memfasilitasi untuk menyampaikan ke Bupati Brebes yang selanjutnya dikirim ke Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) yang meliputi tiga kementerian, yakni Kemendikbud, Kemen PAN-RB dan BKN.

“Dari hasil audiensi ini, kami akan buatkan risalah untuk disampaikan ke pemerintah daerah, dan ditindaklanjuti ke Panselnas. Artinya, kami setuju atas keinginan para Guru PAI ini, tetapi kewenangannya ada ditangan Panselnas,” Tegas Sukirso.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *