Guru Ngaji Cabuli Santriwatinya, Divonis 17 Tahun dan Denda Rp 200 Juta

Terdakwa Pencabulan, Wawan divonis 17 tahun dan denda 200 juta rupiah. /Ist

ARAH PANTURA, BREBES – Terdakwa kasus pencabulan, Wawan (39) akhirnya divonis Majelis Hakim dengan hukuman 17 tahun penjara dan denda 200 juta rupiah, subsider pidana kurungan 6 bulan penjara

Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Brebes, sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum dari Kejari Brebes.

Kepala Seksi (Kasi) Intelejen Kejari Brebes, Dwi Raharyanto, Rabu (26/01) pagi, menjelaskan putusan majelis hakim pada sidang putusan yang digelar kemarin, Selasa (26/01) siang di Pengadilan Negeri Brebes, sama dengan tuntutan jaksa sebelumnya.

“Jaksa penuntut umum menuntut terdakwa saat itu dengan tuntutan 17 tahun penjara dan denda 200 juta rupiah,” ujarnya

Terdakwa merupakan guru ngaji dan dinyatakan bersalah atas kasus pencabulan terhadap seorang santriwati berulangkali di sejumlah tempat, termasuk kediaman korban yang ada di Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes.

Ia menambahkan, terdakwa yang berprofesi sebagai guru mengaji ini, sekitar bulan Juli 2021 telah melakukan kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul yang dilakukan oleh tenaga pendidik.

Terdakwa didakwa melanggar Pasal 82 Ayat (2) Jo pasal 76 E UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang telah diubah beberapa kali, yang terakhir diubah dengan UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang.

“Terhadap putusan Majelis Hakim tersebut terdakwa ataupun Jaksa Penuntut Umum menerima putusan tersebut,” ungkap Kasi Intel Kejari Brebes.

BACA JUGA :  Petugas Vaksinator Piknik Dan Batalkan Vaksin di 6 Desa, Begini Penjelasan Kepala Puskesmas Tonjong

Baca juga: Cari Sampingan, Pedagang Siomay Ditangkap Gegara Jual Ganja

Sebelumnya, kasus pencabulan terhadap santriwati yang di bawah umur (14) terjadi di Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Bahkan, pelaku berinisial MN (39) pria beristri yang juga guru ngaji melakukan aksi bejatnya secara berulang-ulang kali.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Brebes Prabowo Saputro, mengatakan, selain melakukan pencabulan terduga pelaku juga melakukan persetubuhan terhadap korban. Aksi bejat tersebut dilakukan di kamar mandi sebuah waterboom di Kabupaten Cirebon pada pertengahan tahun lalu.

“Modusnya pelaku mengiming-imingi korban bisa main wi-fi gratis di rumahnya,” jelasnya.

Tak hanya menyetubuhi korban, Kasi Pidum Kejari Brebes ini membeberkan, setelah kejadian tersebut terduga pelaku juga melakukan dugaan tindak pencabulan di rumahnya.

“Dari keterangan yang kita terima ini pelaku melakukan tindak pencabulan sebanyak delapan kali,” bebernya.

Ia menyebut, kejadian ini terbongkar berkat video tindakan pelaku terhadap korban beredar.

“Saat itu, ada salah seorang guru ngaji lainnya yang merasa curiga dengan korban yang selalu mendapat giliran terakhir dalam mengaji. Dari kecurigaan itulah, tindakan pelaku terbongkar.” Ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Brebes Mernawati mengatakan ada belasan kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kabupaten Brebes sepanjang tahun 2021 lalu.

“Untuk jumlah kasus kekerasan anak selama tahun 2021 hampir sama dengan tahun 2020 lalu. Yakni, 15 kasus. Tidak ada penurunan daripada tahun lalu,” pungkas Kajari Brebes, Mernawati.***

Baca juga: Ironis, Ibu Muda Gantung Diri di Depan Anaknya Yang Berusia 3 Tahun, Diduga Motifnya Ini

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.