Harga Bawang Merah Merosot, Begini Tanggapan ABMI

Panen raya bawang merah saat ini terjadi di berbagai daerah. /Ist

ARAH PANTURA, BREBES – Harga Bawang Merah ditingkat petani saat ini terus merosot. Bahkan data dari Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) jika harga bawang merah saat ini sangat rendah.

Untuk harga bawang merah jenis rendah atau grade C, saat ini Rp. 6 ribu/Kg. Padahal sebelumnya 15 ribu rupiah per kilogramnya. Sementara jenis sedang/menengah atau grade B, harga bawang merah Rp. 8 ribu /Kg. Harga standar jenis menengah ini sebelumnya mencapai 18 ribu rupiah.

Untuk harga bawang merah jenis tinggi atau kwalitas baik sebelumnya Rp. 23 ribu /Kg. Saat ini jenis grade A hanyalah Rp. 11 ribu /Kg nya.

Ketua Umum ABMI, Juwari, Minggu (14/11) pagi, menjelaskan jika terpuruknya harga bawang merah diberbagai daerah di Indonesia disebabkan berbagai faktor, selain saat ini memasuki panen raya diberbagai daerah, juga di tahun ini ekspor bawang merah yang sedikit, tidak seperti tahun tahun sebelumnya.

“Ada beberapa penyebab merosotnya harta bawang merah. Pertama terjadinya panen raya diberbagai daerah daerah penghasil bawang merah, seperti panen raya di Kabupaten Brebes saat ini,’ ujar Ketua Umum ABMI Juwari.

“Faktor lainnya karena pemerintah yang biasanya ekspor bawang merah ke luar negeri setiap tahunnya mencapai 10 ribu ton /per tahunnya. Kali ini kurang dari 1 persen, ” jelas Ketua Umum ABMI tersebut.

 <img src="https://arahpantura.aboutsemarang.id/wp-content/uploads/2021/11/IMG20211114102650-300x225.jpg" alt="Ketua Umum ABMI, Juwari dan ketua HKTI Kabupaten Brebes, Masruchi Bachro" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-1618" /

Ketua Umum ABMI, Juwari dan Ketua HKTI Brebes, Masruchi Bachro. /Arah pantura

Ketua Umum ABMI itu, menambahkan jika rendahnya ekspor bawang merah ke sejumlah negara daripada biasanya, dikarenakan masa pandemi covid-19 yang dimana banyak negara menghentikan sementara pengiriman bawang merah dari Indonesia.

Kondisi ini diperparah, harga pupuk non subsidi yang mengalami kenaikan hingga 30 persen.

“Sudah harga bawang merah jatuh, diperparah dengan harga pupuk yang naik hingga 30 persen. Dulu harga pupuk non subsidi jenis MPK Rp. 400 per sak, kini naik menjadi 550 ribu per saknya. Akibatnya petani bawang merah semakin terpuruk,” pungkas Ketua umum ABMI Juwari.

Untuk menyikapi harga bawang merah yang terus merosot, dan persiapan menghadapi musim tanam di tahun 2022. Kepengurusan ABMI hari ini, Minggu (14/11) menggelar pertemuan yang juga diikuti oleh kepengurusan ABMI dari berbagai daerah seperti Brebes, Kendal, Cirebon, Majalengka dan lainnya yang digelar di Kabupaten Brebes.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *