Hendak Ijin Menikah Secara Militer, TNI Gadungan Ditangkap Karena Ini

TNI gadungan (kaos merah) ditangkap jajaran Kodim 0713 Brebes. /Ist

ARAH PANTURA, BREBES – Seorang tentara gadungan berhasil ditangkap jajaran Koramil 17 Songgom Kodim 0713 Brebes, Senin kemarin. Pelaku bernama Slamet Iskandar ini, mengaku sebagai anggota TNI-AD dari kesatuan Kopassus dan ajudan Panglima TNI.

Danramil Songgom Kapten Infanteri Sutarno mengatakan, penangkapan tentara gadungan, berawal saat anggota Babinsa menerima laporan dari perangkat desa, yang menyampaikan jika dilampungnya ada seorang anggota TNI berpangkat Letnan Dua (Letda) Infanteri, meminta izin akan melangsungkan pernikahan secara militer, di Hotel Grand Dian Brebes tanggal 23-24 Maret 2022.

Mendapatkan laporan itu, tanggal 21 Maret, Babinsa Songgom dan anggota Intel Kodim Brebes wilayah Songgom melakukan penyelidikan untuk memastikan informasi tersebut.

“Dari hasil penyelidikan ditemukan adanya kejanggalan pada surat undangan pernikahan yang mencantumkan kehadiran Panglima TNI beserta para pejabat lainnya itu. Kemudian, pelaku bersama calon istrinya yang sedang hamil, di bawa ke staf intel Kodim Brebes pada pukul 16.00 untuk dilakukan pendalaman,” ungkapnya Selasa (22/3) pagi.

Dandim 0713 Brebes melalui Pasi Intel, Kapten Infanteri Suyatno mengungkapkan, hasil pemeriksaan di Makodim Brebes, pelaku tidak dapat menunjukan identitasnya sebagai anggota TNI. Pelaku akhirnya mengakui bahwa dirinya adalah tentara gadungan. Sejumlah saksi juga dihadiri dalam pemeriksaan pelaku ini.

“Pelaku akhirnya mengakui jika dirinya tentara gadungan yang berdinas di Mabes TNI sebagai ajudan Panglima TNI. Ini dilakukan untuk mempermudah aksi penipuan dalam hal werving (rekrutmen TNI-red). Jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pelaku mengambil sebenarnya ada seorang satpam sebuah Bank di Matraman Jakarta.

BACA JUGA :  Jadi Kado Tahun Baru, Wakil Rakyat Ini Bagikan Ribuan Paket Beras

“Sekitar pukul 18.30, pelaku bersama calon istrinya ini kami serahkan ke Subdenpom IV/Brebes untuk ditindaklanjuti,” tandasnya.

Dari tangan pelaku, jajarannya mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu stel pakaian PDL TNI yang dibeli di Pasar Senin Jakarta, baret Kopassus, foto yang bersangkutan dengan pakaian dinas TNI, foto Danrem Madiun, KTP TNI palsu yang dibuat di Jakarta dengan NIK dari Kecamatan Songgom, KTP dengan pekerjaan swasta, daftar nominatif siswa Calon Bintara (Caba) PK palsu yang dibuat sindikat yang bersangkutan, serta beberapa barang bukti lain.

“Pelaku juga diketahui telah melakukan penipuan dengan kerugian mencapai Rp 155 juta. Modusnya menjanjikan anak korban diterima sebagai anggota TNI,” pungkasnya.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.