Hujan Kritikan, Facebook Tunda Pembuatan Instagram Kids

ARAHPANTURA, Jakarta – Setelah muncul banyaknya kritikan, berdasarkan informasi dari Reuters, Selasa Kemarin, Facebook akhirnya melakukan penundaan pengerjaan Instagram Kids.

Penundaan tersebut menyusul adanya desakan dari anggota parlemen dan kelompok advokasi AS yang menginginkan adanya pembatalan rencana peluncuran aplikasi itu, karena alasan keamanan. Pasalnya Instagram Kids sangat membutuhkan izin orang tua untuk bergabung dan menyediakan konten bebas iklan sesuai usia penggunanya.

“Kami tidak akan berhenti mendesak Facebook sampai mereka menarik rencana peluncuran secara permanen,” kata Josh Golin, direktur eksekutif Fairplay, sebuah kelompok advokasi yang berfokus pada anak-anak.

Penundaan pengerjaan ini akan dilakukan pengembangan alat pengawasan orang tua. Karena, menurut instagram tudaj ada yang salah dari pengerjaan aplikasi Instagram Kids.

“Kenyataannya adalah anak-anak sudah bisa berselancar di dunia maya. Kami percaya bahwa mengembangkan pengalaman yang sesuai dengan usia mereka adalah hal yang baik,” kata pihak Instagram.

Baca Juga: Tokoh dan Akademisi Kembali Gaungkan Pembentukan Provinsi Cirebon

Mereka kemudian mencatat bahwa YouTube dan TikTok juga meluncurkan aplikasi versi anak-anak di bawah usia 13 tahun.

Empat anggota parlemen Demokrat termasuk senator AS Ed Markey dan Richard Blumenthal mengatakan mereka senang dengan keputusan Facebook untuk menunda pengerjaan Instagram Kids, namun langkah tersebut belum cukup.

“Mereka harus benar-benar meninggalkan proyek ini,” kata anggota parlemen Kathy Castor dan Lori Trahan.

Pada 2017, Facebook meluncurkan aplikasi Messenger Kids, platform perpesanan untuk anak di bawah usia 13 tahun yang dikendalikan oleh akun Facebook orang tua.

Awal bulan ini, Wall Street Journal menerbitkan sebuah laporan yang menunjukkan bahwa Instagram memiliki efek berbahaya bagi remaja terutama perempuan dan Facebook telah melakukan upaya minimal untuk mengatasi masalah tersebut.

Namun pada Minggu, (26/9) waktu setempat, Facebook mengatakan bahwa laporan tersebut tidak akurat.

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *