Ini Data Korban Meninggal dan Luka-luka dalam Kecelakaan Bus di Ciater Subang

ARAH PANTURA, Subang – Sebanyak 11 korban meninggal dunia akibat kecelakaan bus pariwisata yang membawa rombongan pelajar SMK Lingga Kencana Depok di Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, telah dibawa ke rumah duka masing-masing.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Jules Abraham Abast mengatakan, sebanyak 10 korban meninggal dunia telah dibawa ke Depok menuju rumah duka masing-masing, sedangkan satu korban meninggal dunia yang bernama Raka Komara, dibawa ke rumah duka di Subang.

Ia juga mengatakan jika sebagian besar korban luka berat dan luka ringan sudah dibawa dengan ambulans menuju Depok, namun masih ada tiga korban luka berat yang dirawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Subang.

Terkait penyebab kecelakaan bus, ia menyebut pihaknya masih menunggu hasil tim olah TKP. “Olah TKP dengan Traffic Accident Analysis (TAA) dilakukan oleh penyidik Lakalantas Polres Subang dengan asistensi Ditlantas Polda Jabar,” kata dia dikutip dari Antara.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Subang dr Maxi menyampaikan bahwa dari 11 korban meninggal dunia, 10 korban anggota merupakan rombongan bus yang merupakan pelajar dan seorang guru SMK Lingga Kencana Depok, sedangkan satu korban lainnya adalah pengendara sepeda motor yang tercatat sebagai warga Cibogo, Subang.

Berikut daftar nama korban yang telah berhasil diidentifikasi:

Korban meninggal dunia
Intan Rahmawati
Suprayogi
Desy Yulianti
Tyara
Robiyatul Adawiyah
Mahesya Putra
Ade Nabila Anggraini
Intan Fauziah
Dimas Aditya
Ahmad Fauzi
Raka Komara

Korban luka berat
Dewa Pandudi Lata
M. Fahmi
Robi Kurniawan
Geral Ramadhan
Samsu Ramadhan
Meta
Devi Lestari
Rindu
Nadia Parina
Titin
Nindi
Suci

BACA JUGA :  Bus Masuk Jurang di Objek Wisata Guci, Meluncur Tak Terkendali

Korban luka ringan
Julian
Kurnia Adi Dharma
Muhammad Saban
M. Faturrahman
Fauzi Andiansyah
Aria Nova
Yaheri
Damar
Fahrurozi
Rizky Putra Nugraha
Sadira
M. Rizki
Fauziah
Triana Wihartanti
Nadia Putri
Anisa Fitri
Monica Rahayu
Rani Oktaviani
Renana

Sementara itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah menyebut bus maut yang mengalami kecelakaan di Subang, Jawa Barat masih berstatus sebagai bus antarkota dalam provinsi (AKDP).

“Kaitannya dengan kewenangan kami kan uji KIR. Dari dokumen kami, uji KIR ini berakhir Desember 2023, tapi statusnya itu masih AKDP,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Wonogiri Waluyo di Wonogiri, Minggu.

Dengan demikian, ia mengatakan bus dengan nama Trans Putera Fajar nomor polisi AD 7524 OG tersebut dinyatakan terlambat uji KIR.

Menurut dia, seharusnya uji KIR dilakukan secara berkala setiap enam bulan sekali. Ia mengatakan untuk uji KIR meliputi uji umum, yakni kelaikan dan uji administrasi.

Terkait hal itu, ia sudah menyerahkan dokumen terakhir ke Dinas Perhubungan Kabupaten Subang, Jabar.

“Jadi sekarang sudah diambil alih oleh sana. Sesuai data yang sekarang ada, uji KIR sudah terlambat dan belum diujikan lagi,” katanya.

Sementara itu, dikatakannya, sesuai dengan dokumen bus tersebut, awalnya bernama Jaya Guna HG.

“Semua sudah dikonfirmasi, sifatnya bus itu sudah dilepas. Kalau kemudian terjadi seperti ini kan di luar kendali kami,” katanya.

Sebelumnya, diduga akibat rem blong, sebuah bus pariwisata yang mengangkut rombongan pelajar SMK asal Depok, Jawa Barat mengalami kecelakaan di jalan turunan Ciater, Subang, Sabtu sekitar pukul 18.45 WIB. Sebanyak sebelas orang dilaporkan tewas, termasuk seorang pengendara sepeda motor. (ard)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *