Ini Faktor Penyebab Maraknya Kecelakaaan di Jalingkut Brebes

Hati-hati! Jalingkut Brebes-Tegal rawan Kecelakaaan. /Arah Pantura

ARAH PANTURA, BREBES – Selama beroperasinya jalan lingkar utara (Jalingkut) Brebes-Tegal, sudah banyak dikeluhkan masyarakat akibat maraknya
kecelakaan lalulintas. Bahkan tidak sedikit memakan korban jiwa seperti beberapa hari lalu, seorang pengendara sepeda motor asal Desa Tengki Kecamatan Brebes yang harus meregang nyawa setelah tabrakan dengan sebuah truk yang kabur usai kecelakaan terjadi.

Menyikapi maraknya kasus kecelakan di Jalingkut, Kepala Bidang Lalulintas Dinas Perhubungan Brebes, M. Reza Prisman mengungkapkan, banyak faktor yang menjadi penyebab kecelakaan lalulintas. Di antaranya, faktor kendaraan, faktor manusia, dan faktor kondisi jalan dan lingkungan.

“Kalau kelengkapan jalan di Jalingkut sebenarnya sudah standar. Dari beberapa kecelakaan di Jalingkut yang bisa kami amati adalah justru faktor pengemudi. Terutama pengemudi sepeda motor,” ujarnya Selasa (29/3) siang

Beliau menjelaskan pada jam sibuk seperti jam berangkat maupun pulang kerja, banyak pengemudi sepeda motor yang tidak memakai helm. Banyak di antara mereka yang juga tidak memperhatikan rambu lalulintas dan marka jalan.

“Misalnya, untuk marka jalan garis tidak putus yang seharusnya tidak boleh menyalip, justru para pengemudi sepeda motor menyalip kendaraan di depannya. Ini bisa berpotensi terjadi kerawanan kecelakaan lalulintas dari faktor pengemudi,” tegas Reza.

Soal keberadaan dibangunnya Jalingkut Brebes-Tegal, beber Reza sudah direncanakan untuk mengalihkan arus lalulintas yang sifatnya menerus. Ini berlaku untuk kendaraan jarak jauh, seperti dari Jakarta menuju Semarang harus lewat Jalingkut. Khususnya bagi kendaraan pengangkut barang atau logistik.

“Kita juga tidak bisa membatasi bahwa kendaraan sepeda motor maupun kendaraan pengangkut penumpang tidak boleh lewat ke Jalingkut. Karena, Jalingkut pada prinsipnya bisa digunakan untuk kepentingan umum,” jelasnya.

BACA JUGA :  Pernah Juarai Soeratin U-17, Ini Target Persab Junior di Tahun 2021

Kendati demikian, pemerintah sudah memberikan perlengkapan jalan yang fungsinya sebagai peringatan-peringatan isyarat lalulintas. Jika pengemudi atau pengendara melihat isyarat lalulintas yang ada, maka potensi kecelakaan di Jalingkut Brebes-Tegal bisa ditekan.

“Imbauan kami kepada pengguna sepeda motor jika harus melintas di Jalingkut, harus mematuhi ketertiban berkendara di jalan. Harus menggunakan helm standar, memacu kendaraan tidak melebihi batas kecepatan, serta memperhatikan rambu lalulintas. Kami sudah memasang traffic light di beberapa persimpangan yang harus diperhatikan,” ungkapnya.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.