Jalan Penghubung 2 Desa di Salem Brebes Longsor dan Nyaris Putus

Jalan penghubung 2 desa di Kecamatan Salem terancam putus akibat longsor. /Ist

ARAH PANTURA, BREBES – Jalan utama penghubung dua desa d Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, terkena longsor dan mengakibatkan jalan yang menjadi jalur penghubung dua desa di Kecamatan Salem nyaris putus.

Longsor yang hampir memutuskan separuh jalan ini menyebabkan dua desa yakni Desa ciputih dengan Desa Gendoang dan Desa Kedungmanis terancam terisolir.

Ruas jalan yang longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur di kawasan Brebes bagian selatan pada 8 Desember kemarin. Di mana, sungai Cigunung meluber dan airnya menggerus bagian bawah jalan sepanjang 30 meter dengan lebar 3 meter.

Anggota Kodim 0713 Brebes, Serma Wartono, Jumat (10/12) menjelaskan, jalur yang terkena longso merupakan satu satunya jalan penghubung antar desa. Usai kejadian longsor ini, kendaraan roda empat tidak bisa melintas di jalan ini. Untuk sementara, hanya sepeda motor dan pejalan kaki yang boleh melintas.

“Kondisinya cukup berbahaya, karena tebingnya memiliki kedalaman sampai 4 meter. Kemudian badan jalan juga retak retak jadi siapa pun harus hati hati. Hanya motor sama pejalan kaki saja,” jelas Anggota Kodim 0713 Brebes itu.

 

Baca juga: Libur Nataru Obyek Wisata Tetap Buka, Syaratnya Begini

Kades Gandoang, Warkono mengatakan, jalan tersebut rawan putus bila terus menerus terkena gerusan air sungai. Saat ini dikala jalan terkena longsor sudah menganggu aktifitas warga

“Saya khawatir putus. Karena dua desa akan terisolir. Ada jalan desa alternatif di Desa Ciputih hasil TMMD, tapi kondisinya masih batu dan sirtu. Cuma jalurnya lebih jauh karena melingkar,” ungkap Kades Gendoang.

Kades Gandoang, Warkono meminta agar Pemerintah Kabupaten segera tanggap dengan kondisi jalan ini. Pasalnya jalan ini adalah akses utama yang dibutuhkan warga.

Salah satu warga Gandoang,Nono (38) mengaku takut bila melewati jalan yang kena longsor. Namun dirinya bingung dan terpaksa harus melewatinya untuk aktifitas sehari-hari.

“Sebenarnya takut kalau melintas di sini, banyak retakan. Jalannya sempit dan berada persis di atas sungai Cigunung,” keluh warga ini.

Kepala Dinas PU Brebes, Sutaryono mengatakan, pihaknya sedang berkoordinasi untuk penanganan masalah itu. Menurutnya, jalan itu perlu digeser menjauh dari tebing sungai agar aman. Hanya saja penggeseran itu akan mengenai lahan warga.

“Solusinya adalah digeser menjauh dari tebing. Hanya saja akan mengenai tanah masyarakat. Ini perlu dirembug dengan pihak desa. Kalau memang diijinkan, kami akan siapkan alat berat untuk membangun jalan baru itu,” pungkas Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Brebes, Sutaryono.***

Baca juga: Dinkes Brebes Catat Ada 114 Orang Tertular HIV/AIDS di Tahun 2021

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *