Jembatan Lenyap, Siswa Tak bisa Seberangi Sungai Ke Sekolah

Saat siswa SD akan menuju sekolah ditengah derasnya sungai yang deras di pedukuhan Mranggi Desa Pepedan, Kecamatan Tonjong Brebes. /Arah Pantura

ARAH PANTURA, BREBES – Akibat jembatan lenyap diterjang banjir di Sungai Pedes di Dukuh Mranggi Desa Pepedan Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes sejak setahun lalu membuat warga di Pedukuhan Mranggi kesulitan untuk menuju pusat desa. Meskipun ada akses jalan lainnya, itupun harus ditempuh lebih lama karena jarak yang lebih jauh.

Bahkan, musim hujan deras yang terus menerus terjadi membuat Sungai Pedes meluap dan deras. Akibatnya para pelajar Sekolah Dasar (SD) yang biasanya berangkat menuju sekolah dengan jalan kaki melalui sungai saat kering. Kini kesulitan karena derasnya arus sungai.

Baca juga:  Banjir di Tegal, Warga di Kaligangsa Mengaku Belum Dapat bantuan Dari Pemerintah

Banyak pelajar akhirnya memilih untuk tidak berangkat ke sekolah karena takut kebawa arus sungai yang deras.

Kepala Desa Pepedan, Syaeful Huda (24/11) kemarin mengakui jika memang benar memang siswa sekolah di Pedukuhan Mranggi saat ini  kesulitan untuk menuju ke sekolahan disaat sungai meluap.

“Memang benar semenjak jembatan penghubung setahun lalu lenyap, pelajar yang akan ke sekolah kesulitan menuju sekolah. Apalagi saat ini sering hujan membuat pelajar takut untuk menyeberang,” terang Kades Pepedan.

Pihak Desa sebenarnya telah memberi pengertian kepada warga di Pedukuhan Mranggi agar tidak mencari resiko dengan cara menyebrangi sungai. Masih ada jalan lain yang lebih aman meski jaraknya lebih jauh.

“Kami sudah memberikan pengertian ke warga terutama mereka yang memiliki anak-anak yang mau ke sekolah. Untuk melalui jalan yang lebih aman, namun sayangnya ada yang tidak menghiraukannya.,’ terang Kades Pepedan

Kepala Desa Pepedan itu menerangkan jika saat ini pihaknya berharap Pemkab Brebes bisa membangun jembatan tersebut untuk akses 17 Kepala keluarga (KK) yang ada di Dukuh Mranggi.

“Semoga Pemkab Brebes bisa membuat jembatan baru agar akses jalan bagi warga di Pedukuhan Mranggi bisa dilalui menuju pusat Pemerintahan Desa dan mempermudah akses ekonomi warga setempat,” pungkas Kades Pepedan Syaeful Huda.***

Baca juga : Terendam Banjir, Petani Bawang Merah Terpaksa Lakukan Ini

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *