Kang Maman Immanulhaq Sebut Gaya Mensos Risma Marah-marah Cara Dia Mencintai Indonesia

ARAHPANTURA – Aksi marah-marah Menteri Sosial Mensos Risma kembali jadi sorotan publik. Kemarahan Tri Rismaharini kepada seorang pendamping bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Gorontalo, jadi bulan-bulanan publik khususnya netizen.

Kebanyakan orang tak heran lagi melihat mantan Wali Kota Surabaya yang kerap ‘menyemprot’ bawahannya meski tengah disorot kamera.

Banyak yang memaklumi kemarahan Risma di tengah leletnya kerja birokrasi di Tanah Air, namun banyak juga yang memberikan kritik tajam atas aksi Risma yang menunjukkan kemarahannya di depan publik.

Anggota DPR RI Komisi VIII, KH Maman Immanulhaq, menjelaskan Risma perlu memperbaiki pola komunikasi setelah hijrah ke Jakarta. Tidak bisa Risma menduplikasi kerjanya saat menjadi Wali Kota Surabaya disamakan saat menjabat sebagai seorang menteri.

BACA JUGA: Maman Imanulhaq Sebut Provinsi Cirebon Raya Akan Terwujud 7 Tahun Lagi

Hujanan kritik ke arah risma membuat Kiai Maman mengaku gemes. Ia tidak ingin, Risma yang merupakan rekan kerja Komisi VIII DPR terus berlaku menunjukkan komunikasi publik yang salah. Ia bahkan meminta Risma untuk tidak bekerja bak pahlawan, mendobrak birokrasi dengan gayanya yang garang.

“Saya bilang ‘ibu boleh kelihatan pahlawan tapi jangan pahlawan indiviualistik. Cara kerja seperti itu tidak penting bu, yang penting dalam bekerja itu data harus jelas, fakta harus nyata’, itu yang saya bilang,” kata KH Maman imanulhaq kepada wartawan, Rabu (6/10).

Di sisi lain, memang Kiai Maman sapaan akrabnya ini dapat memahami apa yang dilakukan Risma. Menurutnya, sosok Risma merupakan tipikal orang yang garang di luar namun lembut di dalam.

“Ada tipikal pemimpin baru nih, sadis tapi manis, itu namanya Risma. Saya deket banget sama Bu Risma. Jadi menurut saya yang perlu diperbaiki adalah pola komunikasinya Bu Risma. Saya pernah bilang ‘Bu ini Indonesia bukan Surabaya anak buah ibu beda dengan anak buah ibu di Surabaya, ini eselon 1, 2, dan 3 yang harus difungsikan secara proposional’,” imbuh Kiai Maman.

Sesaat setelah dikritik, Risma mengajak Kiai Maman ke Bekasi melihat program kerja yang dilakukan Risma. Risma pun bicara banyak soal gaya kerjanya baik sebagai Wali Kota maupun menjabat menteri.

“Intinya saya melihat beliau memang cara kerjanya sangat sadis gitu ya, kerja keras, ambisius, lalu ingin segera selesai. Tapi ujung-ujungnya saya paham bahwa ini cara dia mencintai Indonesia, cara dia menghilangkan kebobrokan birokrasi,” kata Kiai Maman.

Politisi PKB itu juga membongkar bagaimana Risma bekerja. Menurut Kang Maman, satu-satunya menteri yang mau membuat WA group yang diisi oleh dirjen dan jajaran lain kementerian adalah Risma.

“Misalnya kemarin di dapil saya ada orang yang busung dia sakit, itu saya masukin fotonya di grup itu, itu langsung Risma memerintahkan dirjennya untuk menyelesaikan permasalahan itu,” imbuh Kang Maman.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *