Kasihan, 52 Anak di Brebes Jadi Korban Kekerasan Seksual Sepanjang 2021

Pelaku kekerasan seksual terhadap anak dilakukan orang terdekat. / Dok. Arah Pantura

ARAH PANTURA, BREBES – Mengacu data dari pendampingan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Brebes, sepanjang tahun 2021 ada 52 anak menjadi korban kekerasan seksual.

Dimana rinciannya sebagai berikut, 43 anak menjadi korban kekerasan seksual, 5 anak mengalami kekerasan fisik dan 4 anak ditelantarkan. Namun, semuanya sudah mendapatkan advokasi dan penanganan dari dinas terkait.

Ke

Kepala DP3KB Brebes, Sri Gunadi Purwoko. / Arah Pantura

Kepala DP3KB Brebes, Sri Gunadi Purwoko. / Arah Pantura

Kepala DP3KB Brebes, Sri Gunadi Purwoko, Selasa (28/12), menjelaskan, berdasarkan analisis dan evaluasi penanganan tindak kekerasan seksual terhadap anak. Temuan kasus tahun ini, cenderung meningkat signifikan dibandingkan 2020 kemarin.

“Yang membuat miris, semua pelaku kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak, merupakan orang terdekat di lingkungannya,” ungkap Kepala DP3KB Brebes.

Modus yang digunakan pelaku, tegas Kepala DP3KB Brebes, masih didominasi iming-iming dan bujuk rayu.

“Mereka cara merayunya dengan iming-iming, seperti dirayu akan dibelikan hadiah hingga mainan asal mau menuruti permintaan pelaku,” jelas Kepala DP3KB Brebes.

Baca juga: Ada 211 Perkara Pidana di Tahun 2021, Ratusan Juta Kerugian Negara Diselamatkan Kejari Brebes

Para pelaku kekerasan seksual, imbuh Kepala DP3KB Brebes, dilakukannya justru lebih dari dua kali. Sehingga, psikologis anak yang menjadi korban pelecehan seksual cenderung sulit dipulihkan.

“Ironisnya, perlakuan bejad para pelaku kepada korbannya, dilakukan tidak sekali, rata-rata lebih dari dua kali atau berulang-ulang,” terang Kepala DP3KB Brebes, Sri Gunadi Purwoko.

Kasi Perlindungan Perempuan dan Anak ,(PPA) DP3KB Brebes, Anie Diyani, menambahkan selain tindak kekerasan dan pelecehan seksual yang menimpa anak laki-laki dan perempuan. Sebanyak 28 perempuan, juga mengalami kekerasan fisik dan psikis. Rinciannya, 16 perempuan mendapatkan kekerasan fisik, 5 kekerasan psikis, 5 kekerasan seksual dan 5 lainnya mengalami penelantaran.

“Makin banyaknya kasus kekerasan terhadap anak. Masih didominasi salah asuh dan kondisi lingkungan. Terlebih, kurang memperhatikan dengan siapa si anak bermain,” ujar Kasi PPA DP3KB Brebes.

Meski terjadi lonjakan, Kasi PPA DP3KB Brebes, menuturkan dalam kasus pelecehan seksual, keberanian korban untuk melapor meningkat.

“Hal itu, selaras dengan program edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Khususnya, menjadi pelapor sekaligus pelopor tentang perlindungan anak. Sehingga, jika terjadi kekerasan atau menjadi korban semua korban berani untuk melapor,” pungkas Kasi PPA DP3KB Brebes, Anie Diyani.***

Baca juga: Angka Janda Naik, Kasus Perceraian Di Brebes Urutan Kedua di Jateng

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *