Kejari Brebes Tahan Dua Pegawai Bank BUMN Terjerat Kredit Fiktif Miliaran Rupiah

Pres realese Kejaksaan Negeri Brebes soal kasus kredit fiktif karyawan Bank BUMN di Brebes. / Ist

ARAH PANTURA, BREBES- Penyidik Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Brebes, Jawa Tengah, Kamis (13/06/24) sore, melakukan penahanan terhadap dua orang pegawai Bank BUMN. Keduanya yakni FIM (32) dan AP (35), setelah keduanya ditetapkan tersangka akibat tersandung kasus kredit fiktif yang mencapai miliaran rupiah, yang terjadi di tahun 2023 lalu.

Setelah menjalani pemeriksaan yang dipimpin langsung Kasi Pidsus Antonius, keduanya langsung berseragam rompi tahanan berwarna pink bertuliskan tahanan Kejaksaan Negeri Brebes, dengan kedua tangan diborgol.

Petugas kejaksaan lalu menggelandang
kedua tersangka ke mobil tahanan,.untuk dititipkan dan dilakukan penahanan di Lapas Kelas IIB Brebes.

Kepala Kejaksaan Negeri Brebes, Yadi Rachmat Sunaryadi mengatakan, modus dari kedua tersangka yakni berkomplot mencari nasabah kredit fiktif dengan melibatkan kurang lebih total 35 orang, kemudian mereka mengajukan kredit dana talangan.

Guna memperlancar aksinya, ungkap Yadi, kedua tersangka menjanjikan iming-iming kepada para nasabah untuk meminjam identitasnya. Bahkan, para tersangka juga menjanjikan kepada nasabah, jika kewajiban membayar cicilan kredit dana talangan menjadi tanggung jawab kedua tersangka yang akan melakukan pembayaran cicilan kredit.

“Berdasarkan hasil audit masing-masing tersangka AP telah merugikan negara sebesar Rp 2.75 milliar. Sementara tersangka FIM merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp 1.4 milliar,” kata Yadi Rachmat Sunaryadi, didampingi Kasi Intel Zainal Muttaqin dan Kasi Pidsus Antonius.

Menurut Yadi, 35 orang yang dilibatkan dalam pencairan kredit dana talangan fiktif tersebut tidak pernah menerima uang kredit sama sekali karena semua uang kredit , hanya dikuasai oleh kedua tersangka AP dan FIM.

BACA JUGA :  Kebakaran Rumah Kembali Terjadi di Brebes, Begini Kronologisnya

“Selama menjalani pemeriksaan kedua tersangka mengaku bahwa uang dari hasil pinjaman kredit fiktif digunakan untuk kepentingan pribadi. Salah satunya yakni untuk menutup hutang atau gali lobang tutup lobang untuk mencicil hutang,” ujar Yadi.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka FIM dan AP, kini terancam kurungan penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

“Kedua tersangka kami titipkan di Lapas Kelas IIB Brebes dan akan dilakukan penahanan selama dua puluh hari kedepan. Selanjutnya kedua tersangka nantinya akan diajukan untuk menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Semarang,” pungkasnya.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *