Keluarga Korban Minta Pelaku Pembacokan Pelajar Dihukum Setimpal, Ibunya Shock Berat

ARAH PANTURA, BREBES – Sudah 2 hari kasus tawuran antar geng pelajar di Jalingkut Brebes- Tegal terjadi. Pihak Kepolisian Satreskrim Polres Brebes saat ini telah menetapkan 2 tersangka dan masih melakukan pemeriksaan untuk terduga pelaku lainnya.

Sementara kasus tewasnya Ahmad Nursidk, pelajar SMP kelas 3 akibat pembacokan membawa duka mendalam pihak keluarga korban, Khususnya pasangan Rasbun (47) dan istrinya Waroh (45) warga Manijah 4, , Desa Klampok Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes.

Pasalnya anak satu-satunya Ahmad Nursidk harus meninggal dunia dengan cara tragis. Ibu korban waroh bahkan hingga saat ini masih shock atas kepergian anak semata wayangnya tersebut.

Nursidk, ayah korban mengepresiasi kinerja kepolisian yang telah mengungkapkan dan menahan pelaku pembacokan anaknya.

“Saya dan keluarga berharap pelaku pembacokan bisa dihukum setimpal,” ujarnya Senin (21/2) sore.

Waroh, ibu korban almarhum shock berat. /Arah Pantura

Waroh, ibu korban almarhum shock berat. /Arah Pantura

Beliau juga menceritakan anaknya Ahmad Nursidk bercita-cita ingin menjadi automotif kelak jika lulus SMA, meski saat ini masih duduk di bangku kelas 3 SMP.

“Almarhum anak saya sebenarnya dikenal pendiam dan hobinya selalu maen game sama temen-temennya,’ tuturnya.

Sebelum mendapat kabar anaknya jadi korban pembacokan. Ayahnya sempat menyuruh anaknya untuk makan siang terlebih dulu.

“Anak saya sebelumnya ta suruh makan siang dulu, namun dia pergi menggunakan sepeda motor dan berpamitan membeli bensin di SPBU Klampok. Makanya saya dan keluarga kaget setelah tiba-tiba dikabarkan meninggal jadi korban pembacokan di Jalingkut,” pungkasnya.***

Spread the love

BACA JUGA :  Lolos Seleksi Kompetensi, Guru P3K Bisa Saja Dianulir Karena Ini

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.