Kenalan Melalui Medsos, Pria Asal Brebes Lakukan Kekerasan Seksual Terhadap ABG

Pelaku tindak kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur. /ist

ARAH PANTURA, TEGAL – Jajaran Satreskrim Polres Tegal menangkap seorang pria, Rycko Firdaus (24) warga Kelurahan/Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes akibat perbuatannya melakukan tindak kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang dikenalnya melalui media sosial (medsos).

Kapolres Tegal Kota, AKBP Rahmad Hidayat, Selasa (26/4) kemarin, mengatakan, pelaku kekerasan seksual yang ditangkap merupakan seorang residivis kasus yang sama.

“Pelaku mengincar korbannya melalui media sosial, dengan cara berkenalan terlebih dulu,” ungkapnya.

Kapolres Tegal Kota menjelaskan pelaku melakukan aksi kejahatnya pada ‎Selasa (19/4) yang lalu, pada sekitar pukul 22.00 WIB di Taman Bung Karno, Kelurahan Pesurungan Lor, Kecamatan Margadana, Kota Tegal.

Modus pelaku, melalui media sosial dan berpura-pura ingin berkenalan dengan korban, TR (17). Pelaku pun kemudian membujuk korban agar mau bertemu dan menjanjikan dengan iming-iming akan memberi uang.

‎”Setelah berhasil membujuk, korban pun datang. Korban kemudian diajak pelaku ke semak-semak dan dipaksa melakukan persetubuhan. Pelaku mengancam dengan ancaman parang,” kata Kapolres Tegal Kota

Usai berhasil memperkosa, saat itu juga pelaku ingin mengulangi perbuatannya. Namun saat akan melakukan aksinya kembali, korban berpura-pura kesurupan hingga akhirnya dipukul oleh pelaku.

“Setelah pelaku lengah korban berhasil melarikan diri ke arah pemukiman warga. Warga pun kemudian menolongnya dan melaporkan ke polisi,” ujarnya.

Polisi yang mendapatkan laporan, langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku. ‎Rahmad menyebut pelaku adalah residivis kasus pemerkosaan.

“Jadi pelaku ‎ini adalah residivis kasus yang sama. Sebelumnya pernah dipenjara selama 6 tahun,” bebernya.

BACA JUGA :  Dituduh Cemari Saluran Air, Hasil Pengecekan Petugas ke Pabrik Rajungan Bikin Melongo

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 81 ayat (1) jo pasal 76D dan atau pasal 82 ayat (1) jo pasal 76E Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahuan 2022 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-undang.

“Pelaku ini terancam hukuman penjara selama 15 tahun,” pungkasnya.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.