Kenapa Sungai Cikalong Kota Cirebon Rawan Banjir Saat Musim Hujan? Ini Alasannya!

ARAHPANTURA, CIREBON,- Sudah menjadi langganan saat musim hujan, debit air sungai Cikalong di Kelurahan Larangan Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon mengalami kenaikan, hingga menggenangi pemukiman warga sekitar. Hal ini menjadi permasalahan yang perlu perhatian serius.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung bersama Pemerintah Kota Cirebon menggandeng Komunitas Peduli Sungai di Wilayah Cirebon untuk bersama-sama menjaga sungai yang ada di wilayah Cirebon, salah satunya adalah sungai Cikalong tersebut.

Menurut OP BBWS Cimanuk-Cisanggarung Dodo Wardoyo saat dijumpai di Komplek Tabalong mengatakan, banjir yang terjadi disebabkan sejumlah faktor diantaranya masih banyaknya sampah yang dibuang masyarakat ke sungai. Selain itu, adanya penyempitan sungai menuju hilir, sehingga tidak dapat menampung debit air yang besar dari hulu saat hujan deras.

“Klo sampah di sini sudah dibersihkan, tapi klo dari hilir masih membuang sampah di sungai, ya percuma juga,” ujarnya.

Dua WNA ikut berpartisipasi dalam event Jagakalian, Sabtu (25/9) /tim redaksi arahpantura

BACA JUGA : Fasilitas Alun-alun Tak Terawat, Ini Penjelasan Kadis PUPR Kota Cirebon

Menjelang musim hujan tiba, BBWS Cimanuk-Cisanggarung siaga membentuk tim satgas antisipasi bencana, termasuk berkoordinasi dengan komunitas peduli sungai untuk bersama-sama menjaga sekitar lingkungan sungai.

Seperti bersama Sinau Art, BBWS menjaga sungai Cikalong dengan mendirikan Tabalong, sebagai wujud kepedulian lingkungan sekitar sungai. Warga antusias tergerak hatinya, setiap gelaran even Jagakali yang digelar Sinau Art yang dipimpin oleh Niko Broer.

“Warga yang tertarik untuk menjaga lingkungan sungai, tidak hanya masyarakat lokal. Sejumlah pendukung kegiatan berasal dari luar negeri. Sayang, akibat pandemic kami tidak bisa menggelar event besar Jagakali seperti biasanya” ujar Niko.*

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *