Kepepet Tak Punya Ongkos Pulang, Pria Lajang Nekad Mencuri Kotak Amal Masjid

ARAH PANTURA, BREBES – Aksi pencurian kotak amal terjadi di Masjid Al Bukhori Pejagan Timur, RT 02 RW 03, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes. Dimana aksi pelaku sempat terekam kamera pengintai CCTV, pada Senin (14/3) lalu

Kejadian pencurian kotak amal kemudian dilaporkan pihak pengurus masjid ke polisi. Dan dari hasil penyelidikan polisi bisa membekuk pelaku dengan insiial S (32) dirumahnya yang berada di Desa Trajumas Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan.

Pelaku S mengaku dirinya terpaksa mencuri uang dengan cara mencongkel kotak amal dikarenakan butuh ongkos pulang kerumahnya.

“Saya terpaksa mencuri kotak amal karena saya butuh ongkos pulang ke Pekalongan. Saya kehabisan ongkos dan diturunkan di Pejagan saat perjalanannya dari Cirebon,” ujarnnya.

Kapolsek Tanjung AKP Widiarto melalui Kanit Reskrim Iptu Ahmad Suudi menjelaskan jika pelaku saat diinterogasi mengaku kehabisan ongkos untuk pulang.

Aksi pelaku pencurian kotak amal masjid terekam CCTV. /Ist

Aksi pelaku pencurian kotak amal masjid terekam CCTV. /Ist

“Kami melihat langsung keluarganya saat menjemput serta pengakuan pihak desa pelaku yang mengakui kondisi keluarganya yang minus,” ungkapnya.

Hasil pemeriksaan di Mapolsek Tanjung, pelaku mengaku berhasil membawa uang kotak amal sebesar Rp. 700 ribu.

“Namun karena barang bukti uang tunai dibawah Rp. 2,5 juta, maka pelaku akhirnya dibebaskan. Ini merujuk pada keputusan Mahkamah Agung
Nomor 2/2012 mengenai Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda dalam KUHP. Jika sebelumnya yang disebut tindak pencurian ringan yang nilainya kurang dari Rp 250, kini diubah menjadi Rp 2,5 juta,” jelas Kanit Reskrim Polsek Tanjung.

BACA JUGA :  Mantan Kasat Reskrim Jadi Wakapolres Brebes, Ini Sosoknya

Tentunya tidak serta merta dibebaskan, namun setelah mendapat persetujuan pihak desa dan pengurus masjid. Polisi sengaja mempertemukan agar pihak pelapor dari pengurus masjid mengetahui kondisi sebenarnya.

“Setelah pengurus masjid memaafkan dan tidak melanjutkan ke proses hukum, kami membebaskan dan memberikan ongkos perjalanan pulang ke Pekalongan. Kami juga berpesan agar yang bersangkutan tidak kembali mengulangi dikemudian hari,” pungkasnya.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.