Kisah Warga Menyelamatkan Diri Saat Rumahnya Ambruk di Terjang Banjir Bandang

 

ARAH PANTURA, BREBES – Pasca terjadinya banjir bandang pada Rabu (16/3) kemarin. Hari ini warga di sejumlah desa di Kecamatan Tonjong dibantu relawan mulai membersihkan material lumpur sisa banjir, Kamis (17/3) kemarin.
Salah seorang warga Desa Kutamendala  Khaerul Fikri (50) menceritakan kisahnya saat banjir bandang menerjang desanya yang datang secara tiba-tiba saat hujan deras mengguyur.
“Sore itu, banjir secara tiba tiba¬† masuk ke dalam rumah. Kira-kira hampir setinggi dua meteran. Kami panik kala itu karena mendengar suara gemuruh derasnya arus air. Beruntung kami bisa keluar rumah dan menyelamatkan diri. Meski rumah saya ambruk rata dengan tanah karena hanyut terbawa banjir.,” ungkapnya, Kamis (17/3) siang.
Data terbaru dari BPBD Brebes menyatakan, banjir bandang akibat luapan Sungai Prupuk telah merusakan 10 rumah. 6 rumah di antaranya rusak berat, dan 4 rumah lainnya rusak sedang.
“Data ini dihimpun dari kerusakan rumah yang berada di hulu sungai hingga di wilayah perkotaan Kecamatan Tonjong,” ujar Kepala BPBD Brebes Nushy Mansur.
Sementara Anggota DPRD Brebes Mustolah yang mengunjungi posko pengungsian korban banjir bandang, menyampaikan persoalan banjir tidak akan pernah selesai, jika pohon-pohon disekitar hulu sungai masih tetap ada aktivitas penebangan.
“Kami minta Perhutani dan pemerintah daerah harus duduk bareng mencari solusi yang tepat terhadap alih fungsi lahan,” pungkasnya.***
Spread the love
BACA JUGA :  Pilkades Serentak di 43 Desa di Brebes Diperkirakan Diundur

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.