Koperasi Vs Pinjol Ilegal, Pilih Sejahtera atau Sengsara

ARAHPANTURA, CIREBON – Koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi bangsa Indonesia memiliki peran yang sangat luar biasa, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah. Karena peran koperasi adalah mensejahterakan anggotanya. Tak heran banyak kalangan masih menjadi anggota koperasi hingga puluhan tahun.

Seiring dengan perkembangan jaman pula banyak koperasi yang tidak aktif, atau bahkan gulung tikar. Karena banyak anggota yang tidak melaksanakan kewajibannya, atau pengurusnya yang tidak bertanggungjawab.

Penyebab lainnya, banyak masyarakat yang tergiur pinjaman online (pinjol). Dengan iming-iming syarat mudah, cepat pula pencairannya. Namun banyak yang terjebak, karena tingginya bunga pinjaman. Namun banyak yang mengeluh cara penagihannya kasar dengan meretas akun kontak di handphone.

Di Kota Cirebon, Koperasi tercatat berjumlah hingga 400 an. Namun hanya setengahnya sekitar 200 an yang masih aktif. Itu pun sebagian diantaranya masih melakukan RAT tepat waktu.

Ketua Dekopinda Kota Cirebon, Yodi Rudiantono mengatakan, dimasa pandemi ini operasional koperasi di Kota Cirebon tetap berjalan. Hanya saja, sama seperti badan usaha lain yang mengalami kendala, akibat adanya pengembalian pinjaman anggota yang macet. Sehingga, koperasi memberikan keringanan pengembalian.

Baca Juga: Akibat Terima Bansos Pandemi, 37 ASN Kota Cirebon Wajib Kembalikan ke Negara

“Seperti perbankan yang melakukan restrukturisasi, kami koperasi juga memberikan keringanan dengan menghilangkan denda, dan tidak menentukan nilai untuk penyetoran. Yang terpenting nasabah tidak ada tunggakan besar,” ujarnya kepada arahpantura.id Kamis (25/11/2021).

Terkait trend pinjol saat ini, Yodi mengakui sebenarnya banyak masyarakat yang terjebak. Akibat kondisi yang terdesak, mereka membutuhkan uang dengan cepat. Namun, banyak masyarakat yang tidak memikirkan dana pengembaliannya. Akhirnya, tidak sedikit yang diancam melalui akun kontak handphone.

“Pinjol marak karena banyak yang kepepet. Tapi mereka gak berfikir pengembaliannya. Yang penting dapat uang dengan cepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui koperasi masyarakat pun mudah jika ingin meminjam. Yang terpenting sudah menjadi anggota koperasi tersebut. Nilai angsuran dan jasa pun masih terbilang kecil, tergantung pinjaman. Namun, semuanya itu akan kembali kepada anggota sebagai SHU di akhir tahun.

“Saya berharap masyarakat mulai sadar, untuk menghindari resiko besar dari pinjaman online ilegal. Koperasi adalah solusi bagi masyarakat. Karena, setiap anggota akan menjadi pemilik yang setiap akhir tahun mendapat hasil usaha,” pungkasnya.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *