Level PPKM Kota Cirebon Turun, Begini Kerja Keras Tim Satgas Kota Cirebon

ARAHPANTURA, Cirebon – Masih rentannya penyebaran Covid-19, membuat Pemerintah kembali memperpanjang PPKM Jawa Bali periode 15 – 29 November 2021. Pemerintah menetapkan PPKM Kota Cirebon turun menjadi level 1, bersama 4 daerah lain se – Jawa Barat yakni Kota Bogor, Kabupaten Pangandaran, Kota Banjar, dan Kabupaten Bekasi. Sementara, level PPKM di 4 daerah lainnya se – Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) masih lebih tinggi dibanding Kota Cirebon.

Seperti PPKM di Kabupaten Majalengka berada di level 2. Sementara, PPKM Kabupaten Cirebon, PPKM Kabupaten Indramayu, dan PPKM Kabupaten Kuningan berada di level 3.

Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 60 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, Level 2, dan Level 1, Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) di Wilayah Jawa dan Bali bertanggal 15 November 2021, di Jawa Barat, PPKM Level 1 diterapkan di 5 daerah.

Pemkot Cirebon sendiri menyambut gembira penerapan PPKM Kota Cirebon yang berada di level 1 sebab berarti tingkat penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid 19 sudah rendah.

Baca Juga: Ribuan Siswa Akan Ikuti Uji Petik Ke-2, Begini Harapannya

Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi mengatakan, selain kali ini, PPKM Kota Cirebon sebelumnya pula berada di level 1 bersama 2 daerah lain se – Jawa Barat.

“Periode 1 – 15 November, Alhamdulilah, Kota Cirebon level 1 bersama Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran,” ungkapnya, Senin, 15 November 2021 sore.

Ditambahkannya, penetapan PPKM Kota Cirebon di level 1, menunjukkan upaya pengendalian yang dilakukan Satgas Penanganan Covid 19 Kota Cirebon sudah tepat.

“Ternyata dalam upaya pengendalian, kita sudah berada di jalur yang sesuai indikator Kementerian Kesehatan RI dan WHO,” ujarnya.

Indikator penurunan levek lainnya yakni, angka kematian dan rawat inap akibat Covid 19 di Kota Cirebon pun belakangan nihil. Namun begitu, dia mengakui, tracing, tracking, dan treatment yang diterapkan di Kota Cirebon belum memadai.

“Kami akan terus upayakan (agar tracing, tracking, dan treatment memadai),” cetusnya.

Di sisi lain, pihaknya mengingatkan, protokol kesehatan pencegahan Covid 19 bukan berarti dapat diabaikan.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *