Longsor Gunung Kuda, Penyebabnya Ternyata Karena Ini

ARAHPANTURA, CIREBON, — Hari kedua pasca kejadian longsor di Gunung Kuda, Kecamatan Bobos, Kabupaten Cirebon. Kapolsek Dukupuntang Iptu Afandi bersama Koordinator Lapangan BNPB Kabupaten Cirebon, Faozan, dan Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Dukupuntang Muhammad Ikhwansyah meninjauan lokasi longsor.

Pengawas Lapangan sekaligus pengelola CV. Al – Zariyahul Karim, menceritakan longsor tersebut sengaja dilakukan secara manual dengan menggunakan alat berat beko dengan cara dikeruk melalui bawah, sehingga material yang berada diatas kemudian jatuh kebawah yang mengakibatkan longsor.

Cara tersebut dianggap aman dan sudah sesuai prosedur, dibandingkan dengan menggunakan alat ledak, sebab resiko yang ditimbulkan akan lebih besar.

“Kondisi gunung disini sudah susah untuk ditambang pake alat sederhana, jadi dibobok dari bawah pake beko, kejadian jam 9, posisi karyawan sudah di luar semua, memang harus seperti itu dipotong dari bawah, kalau lewat dari atas belum tentu diijinkan dari perhutani karena lokasinya dekat dengan perhutani,” ujarnya.

Baca Juga: Bagaimana Perasaan Pimpinan KPK Usai Pemecatan 57 Pegawai

Kegiatan pertambangan di Gunung Kuda, dikelola oleh empat sekolah yang tergabung dalam Koperasi Pondok Pesantren dua diantaranya adalah Yayasan Al-Ishlah dan Yayasan Al – Zariyah.

Sementara itu, Kapolsek Dukupuntang Afandi, menjelaskan kronologis terjadinya longsor bukan disebabkan kejadian alam tapi longsor buatan.

“Informasi yang didapat dari anggota jam 09:00 terjadi longsor di Gunung kuda, setelah dikonfirmasi ke pemilik longsor bukan karena alam tetapi memang disengaja, supaya batu tersebut turun terkendala Medan juga, tapi pekerja Disini sudah paham langsung mundur,” tukasnya. (*)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *