Mabes Polri dan Polda Jateng Datangi Ibu Penganiaya 3 Anak Kandung, Begini Yang Dilakukannya

Tim Psikolog Mabes Polri dan Polda Jateng Datangi Rsud Soesilo Slawi. /Ist

ARAH PANTURA, TEGAL – Kasus penganiayaan oleh ibu kandungnya kepada 3 orang anak yang terjadi di Desa/Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes pada Minggu lalu. Mendapat perhatian semua pihak.

Salah satunya yang dilakukan tim Psikologi dari Mabes Polri dan Polda Jawa Tengah (Jateng) mendatangi RSUD dr Soesilo Slawi, Kabupaten Tegal, Rabu (23/3) sore. Tim tersebut bergabung dengan tim psikologi untuk observasi terhadap terduga pelaku Kanti Utami (35).

Tim psikologi dari RSUD dr Soesilo Slawi, dr Glorio Immanuel SpKJ usai rapat evaluasi bersama tim psikologi Mabes Polri dan Polda Jateng mengatakan, pihaknya bersama tim psikologi dari Mabes Polri dan Polda Jateng yakni untuk mengembangkan penyelidikan tentang terduga pelaku kekerasan Kanti Utami.

“Tidak hanya itu, tim Mabes Polri dan Polda Jateng juga sudah mengunjungi rumah terduga pelaku di Tonjong Brebes. Tim memeriksa terduga pelaku dan hasilnya masih akan kami perdalam, yakni dari observasi selama 7 hingga 14 hari,” ujar dr Gloria.

Dengan tim yang lebih luas, lanjut Glorio, observasi yang dilakukan lebih maksimal. Beliau menyampaikan juga perkembangan kondisi terduga pelaku yang jauh lebih baik dibandingkan hari sebelumnya. Terduga mau diajak bercerita, tanya jawab serta memahami pertanyaan dengan baik dan mau menjawab pertanyaan dengan baik.

“Tadi sudah dibuktikan oleh tim dari Mabes polri dan Polda Jateng. Terduga pelaku sudah mau diajak bercerita tentang kejadian yang terjadi, mulai dari sebelum hingga waktu peristiwa itu terjadi,” tuturnya.

Namun demikian, Glorio menyebut pihaknya masih harus melakukan banyak tes, terutama tes dari psikologi. Hal itu untuk mengetahui, apakah seluruh pernyataan yang telah disampaikan oleh terduga pelaku merupakan sebuah kebenaran.

BACA JUGA :  Jembatan Diterjang Banjir Diperbaiki, Kendaraan Melintas di Jalan Lingkar Bumiayu Buka Tutup

“Kita harus mengetahui, apakah yang disampaikan terduga ini merupakan sebuah kebenaran atau tidak. Dan tentunya kita harus hati hati,” ungkapnya.

Sementara Kabag Psikologi Polda Jawa Tengah, AKBP Novian Susilo menyatakan jika kedatangannya ke RSUD dr Soesilo adalah untuk melakukan observasi terhadap terduga pelaku dengan beberapa metode.

“Nantinya hasil dari kami tentunya saling melengkapi dari hasil yang telah dilakukan oleh tim dari RSUD dr Soesilo. Masing data, nantinya akan didiskusikan bersama,” jelasnya.

Ditanya soal apakah ada sudah ada hasil sementara dari observasi yang dilakukan, Novian menjawab belum ada kesimpulan karena terduga pelaku masih dalam tahap observasi.

Novian menyatakan observasi yang sudah dilakukan pihak RSUD dr Soesilo Slawi sudah bagus dan tentu proses tersebut telah memberikan kondisi yang lebih baik dari kemarin bagi terduga.

“Kalau soal berapa lama terduga pelaku akan dirawat, itu tergantung dari rekomendasi pihak RSUD dr Soesilo atau psikiatri di rumah sakit ini. Pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan lanjutan dan akan menjadwalkan kembali dengan pihak RSUD dr Soesilo,” jelasnya.

Ditanya soal sejumlah pertanyaan yang diajukan ke terduga pelaku, Novian mengatakan pertanyaan tidak tentang kenapa terduga melukai anaknya. Namun, pertanyaan yang dilontarkan lebih mengarah pada soal masa lalu terduga pelaku dan soal keinginan di masa depan.

“Kami hanya ingin mengetahui masa lalunya. Kemudian pola asuhnya, serta cerita tentang harapan masa depannya. seputar dulu, jadi tidak sampai pada pertanyaan yang membuat dia protek atau bikin dia tidak menerima kami,” pungkasnya.***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.