Edarkan Uang Palsu, Mantan Kades di Tegal Ditangkap

ARAH PANTURA, TEGAL – Seorang mantan Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Warurejo, bernama Amirudin (55) harus berurusan dengan polisi dari Satreskrim Polres Tegal, karena telah mengedarkan uang palsu di wilayah hukum Polres Tegal.

Mantan Kepala Desa tersebut ditangkap bersama pengedar uange palsu lainnya yakni Murod (51), warga Kelurahan Pakembaran Kecamatan Slawi, dan seorang pencetak uang palsu, Ujang Efendi (44), warga Jatilawang Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal.

Ketiganya ditangkap polisi pada awal bulan November yang lalu ( 04/11), saat tengah bertransaksi di Jalan Lingkar Slawi.

Tersangka pengedar uang palsu, Amirudin mengaku jika bersama teman lainnya, memiliki peran yang berbeda beda. dari yang mencetak uang palsu hingga mengendarkan uang palsu. Dirinya pun mengakui meski sebagai mantan Kepala Desa, dirinya terpaksa mengedarkan uang palsu karena terdesak sebuah kebutuhan.

Baca Juga: Kantor Yakult Dirampok Pelaku Gasak Rp15 juta, Begini Kronologisnya

‘kami memiliki peran masing masing. Saya membeli uang palsu dari Murod, sementara Murod sendiri mendapatkan uang dari membeli sama Ujang Efendi selaku orang yang membuat uang palsu itu,” ujar Mantan Kepala desa tersebut.

Sementara tersangka Ujang Efendi mengaku belajar mencetak uang palsu dari Youtube. “Belajar dari Youtube. Karena menganggur akibat himpitan ekonomi.

Didepan polisi, Ujang sendiri mengaku dalam sehari bisa mencetak sekitar 50-100 lembar uang palsu. Atau dalam setengah jam bisa mencetak 150 lembar tergantung pesanan calon pembeli.

“Tergantung pesanan. Kalau ada pesanan baru dibuat. Dalam setengah jam saja, saya bisa mencetak sampai 150 lembar,” ungkapnya

Kapolres Tegal, AKBP Arie Prasetya Syafaat, mengatakan jika penangkapan tersangka pengedar uang palsu setelah adanya laporan masyarakat, yang kemudian kami berhasil menangkap Amirudin. Hasil pengembangan kemudian menangkap tersangka Murod dan terakhir kami berhasil menangkap pencetak uang palsu bersama barang buktinya alat cetaknya.

“Awalnya kami menangkap Amirudin sebagai pengedar uang,palsu, lalu hasil pengembangan menangkap tersangka Murod, sebelum akhirnya polisi menangkap Ujang Efendi sebagai pencetak uang palsu,” kata Kapolres Tegal, AKBP Arie Prasetya Syafaat.

Kapolres Tegal juga menjelaskan jika dari tangan tersangka kami baru berhasil mengamankan barang bukti lembaran seratus ribuan uang palsu, sebanyak 210 lembar.

“Artinya dari pembelian tersangka Amirudin senilai 4,4 juta rupiah, mendapatkan 290 lembar uang palsu seratus ribuan, kami baru mengamankan 210 lembar. Artinya apa, masih ada 80 lembar uang pecahan seratus ribuan yang sudah diedarkan oleh tersangka,” pungkas Kapolres Tegal itu.

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka yang kini mendekam di sel tahanan Mapolres Tegal, akan dijerat dengan Undang- undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang, dengan ancaman 10 tahun penjara. ***

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *